Hal ini disampaikan oleh Dirjen Pengelolaan Utang Departemen Keuangan Rahmat Waluyanto usai acara investor gathering sosialisasi penerbitan sukuk di Graha Sawala, Departemen Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (30/4/2008).
"Untuk sukuk baik dalam maupun luar negeri di tahun ini kita mulai dengan yang bertenor panjang, guna menutup pembiayaan defisit APBN P 2008," katanya.
Sementara untuk besaran yang akan diterbitkan, Rahmat mengatakan belum diputuskan oleh pemerintah karena masih harus melakukan pengkajian mengenai minat pasar.
"Aset yang tersedia senilai Rp 18,8 triliun dan kita lihat dulu kapasitas penyerapan pasar, kita perlu lakukan identifikasi terlebih dahulu. Tapi untuk Ijarah ini maksimum penerbitan ya sebesar nilai aset yang ada, kalau bisa maksimal sangat bagus," tuturnya.
Sementara itu untuk penerbitan sukuk bertenor pendek seperti ritel atau SPN, Rahmat mengatakan itu baru akan dilakukan tahun depan. "Untuk awal yang bertenor panjang dulu," imbuhnya.
Adapun jadwal penerbitan sukuk di tahun ini, untuk pasar dalam negeri rencananya akan dilakukan pada Agustus 2008, sementara untuk pasar luar negeri akan dilakukan pada Oktober 2008.
(dnl/ddn)











































