Selisih suku bunga yang lebar dengan the Fed membuat rupiah makin menarik di mata asing. Saat ini suku bunga BI Rate sebesar 8,5% dan the Fed sebesar 2% sehingga ada selisih 6,5%.
Imbal hasil investasi dalam mata uang rupiah kini sebesar 9,135%. Jauh lebih lebih tinggi dibanding Filipina 4,855%, Thailand 1,007%, Malaysia 0,062% dan Singapura -1,228% (minus).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini tercermin dari indikator imbal hasil rupiah atau selisih suku bunga dalam negeri dan luar negeri atau uncovered interest rate parity (UIP) yang meski bergerak menurun (dari 5,29% menjadi 5,17%), namun masih lebih tinggi dibandingkan dengan negara regional lain.
Sementara itu, indikator ketertarikan SUN (yield spread obligasi Pemerintah Indonesia - SUN domestik dan US T-Note) meningkat dari 6,59% pada Maret 2008 menjadi 9,14% di akhir April 2008. "Imbal hasil yang tinggi menandakan investasi dalam denominasi rupiah masih lebih menarik dibandingkan dengan investasi dalam denominasi mata uang lain," ujar BI. (ir/ir)











































