Indeks Keyakinan Konsumen di Titik Terendah Sejak 2006

Indeks Keyakinan Konsumen di Titik Terendah Sejak 2006

- detikFinance
Selasa, 10 Jun 2008 17:46 WIB
Indeks Keyakinan Konsumen di Titik Terendah Sejak 2006
Jakarta - Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) turun dalam 6 bulan berturut-turut. Pada bulan Mei ini, indeks bahkan mencapai angka terendah sejak tahun 2006.

Demikian hasil survei konsumen Bank Indonesia, Selasa (10/6/2008). Indeks keyakinan konsumen turun menjadi 82,4 poin di bulan Mei dibanding bulan sebelumnya sebesar 86,8 poin.

Survei Konsumen merupakan survei bulanan yang dilaksanakan sejak Oktober 1999. Sejak Januari 2007 survei dilaksanakan terhadap kurang lebih 4.655 rumah tangga sebagai responden di 18 kota yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Bandar Lampung, Palembang, Banjarmasin, Padang, Pontianak, Samarinda, Manado, Denpasar, Mataram, Pangkal Pinang, Ambon, dan Banten.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengumpulan data dilakukan sebagian melalui wawancara telepon dan sebagian lagi secara langsung kepada responden secara rotated. Indeks dihitung dengan metode balance score (net balance + 100), sehingga jika indeks di atas 100 berarti optimis, sebaliknya dibawah 100 berarti pesimis.

Indeks keyakinan konsumen berada di 100 poin terakhir kali di bulan November 2007. Melemahnya IKK ini terjadi karena makin pesimisnya indeks kondisi ekonomi saat ini (IKE) sebesar 0,7 poin dan indeks ekspektasi konsumen (IEK) sebesar 8,1 poin.

Secara detail penurunan IKK tersebut terjadi pada hampir seluruh komponen pembentuk IKK, yaitu indeks ketersediaan lapangan kerja saat ini sebesar 1,2 poin, ekspektasi ekonomi sebesar 12,3 poin dan ekspektasi ketersediaan lapangan kerja sebesar 5,3 poin.

Selain itu, juga diikuti oleh optimisme yang menurun terhadap penghasilan saat ini sebesar 1,9 poin dan ekspektasi penghasilan sebesar 6,6 poin.

Sedangkan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) pada Mei 2008 mengalami penurunan sebesar 0,7 poin dibanding bulan lalu. Penurunan tersebut terjadi karena meningkatnya pesimisme konsumen yang mendorong penurunan indeks ketersediaan lapangan kerja saat ini sebesar 1,2 poin dan berkurangnya optimisme responden terhadap penghasilan saat ini sebesar 1,9 poin.
(ddn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads