Porsi Kredit Modal Kerja Harus Ditambah 20%

Porsi Kredit Modal Kerja Harus Ditambah 20%

- detikFinance
Rabu, 11 Jun 2008 11:17 WIB
Porsi Kredit Modal Kerja Harus Ditambah 20%
Jakarta - Pengusaha meminta porsi kredit UMKM untuk penggunaan modal kerja dan investasi ditingkatkan hingga 20%. Selama kredit UMKM lebih banyak didominasi oleh porsi konsumsi yang mencapai 50% lebih.
 
Demikian disampaikan oleh Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sandiaga S Uno dalam acara curah pendapat menumbuhkan jiwa wira usaha di kalangan pemuda, di gedung Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Jakarta, Rabu (11/6/2008).
 
"Dengan kondisi sekarang ini, sudah saatnya ada peningkatan 15%-20% untuk kredit modal kerja atau investasi, yang selama ini kredit UMKM di dominasi untuk konsumsi," seru Sandiaga.
 
Dengan adanya eksternal seperti faktor pangan dan energi memerlukan upaya pemerintah yang lebih lagi bagi kalangan dunia usaha. Sehingga diharapkan bisa melahirkan pengusaha baru, termasuk dengan digenjotnya program kredit usaha rakyat (KUR).
 
"Perekonomian 6 sampai 10 bulan kedepan akan berat, untuk itu perlu ada dorongan bagi dunia usaha mulai dari sektor riil, yang tentunya akan berdampak pada pendapatan masyarakat," ujarnya.
 
Ia menambahkan, saat ini yang terpenting adalah akses bagi pengusaha ke perbankan, termasuk pengusaha muda yang minim pengalaman.
 
"Suku bunga bukan menjadi momok bagi pengusaha, bahkan ada pengusaha yang mendapat bunga 40%, bahkan ada 2,5% per bulan," jelasnya.
 
Walaupun ia menggarisbawahi sekarang ini suku bunga perbankan di tingkat pasar memiliki jeda yang cukup jauh dengan BI rate.
 
Dikatakannya pentingnya peningkatan kredit modal kerja bagi pengusaha terutama kalangan muda UMKM, tidak terlepas dari beberapa kelemahan yang menurut Sandiaga menjadi masalah klasik diantaranya sangat minim pengalaman, minim akses pasar, minim akses permodalan.
 

(hen/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads