Kajian pemeringkatan (ranking) asuransi terbaik 2008 ini didasarkan oleh kinerja keuangan 2007 yang telah dipublikasikan, yang bertujuan untuk membandingkan kinerja perusahaan sesama asuransi agar bermanfaat bagi pemegang polis asuransi, calon pemegang dan pemegang saham perusahaan asuransi yang bersangkutan.
Demikian dikatakan oleh Pemimpin lembaga riset media asuransi (LRMA) Mucharor Djalil dalam acara jumpa pers di Hotel Le Meridien, Jakarta, Kamis (12/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penetapan ranking ini dibagi dalam empat kelas yaitu perusahaan asuransi yang ekuitas yang berada diatas Rp 250 miliar,Rp 100 miliar hingga Rp 250 miliar, Rp 50 miliar hingga Rp 100 miliar dan kurang dari Rp 50 miliar.
Dari masing-masing kelompok terpilih tiga perusahaan asuransi terbaik, sehingga secara keseluruhan terdapat 27 perusahaan asuransi yang terbagi dalam sembilan kategori.
Berikut ini dari perusahaan asuransi terbaik:
Asuransi Jiwa:
1. Modal diatas Rp 250 miliar
PT Asuransi Jiwa Sinarmas
PT AIA Indonesia
PT Allianz Life Indonesia
2. Modal Rp 100 miliar hingga Rp 250 miliar
PT Asuransi Mega Life
PT AXA Mandiri Mandiri Financial Service
PT Asuransi Jiwa CIGNA
3. Modal Rp 50 miliar hingga Rp 100 miliar
PT Bumi Asih Jaya
PT BNI Life Insurance
PT Asuransi Takaful Keluarga
4. Modal kurang dari 50 miliar
PT Multicor Life Indonesia
PT Asuransi Nusantara
PT Heksa Eka Life Insurance
Asuransi Umum:
1. Modal diatas Rp 250 miliar
PT Asuransi Adira Dinamika
PT Asuransi Central Asia
PT Asuransi Sinar Mas
2. Modal Rp 100 miliar hingga Rp 250 miliar
PT Asuransi Jaya Proteksi
PT Asuransi Reliance Indonesia
PT Asuransi Bangun Askrida
3. Modal Rp 50 miliar hingga Rp 100 miliar
PT Asuransi Umum Mega
PT Asuransi Takaful Umum
PT Asuransi Mitra Maparya
4. Modal kurang dari 50 miliar
PT Asuransi Asoka Mas
PT Asuransi Indrapura
PT Asuransi Dharma Wangsa
Reasuransi:
PT Reasuransi Internasional Indonesia
PT Maskapai Reasuransi Indonesia
PT Tugu Reasuransi Indonesia
"Ini lebih pada ranking, bukan rating, kalau rating itu hanya dilakukan oleh perusahaan pemeringkat. Karena yang dilakukan oleh media asuransi tidak sedalam hanya lebih pada laporan keuangan yang sudah dipublikasikan," tambah Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga.
Menurut Hotbonar, tujuan dari ranking ini bisa bermanfaat bagi pemegang polis, terutama masalah ekuitas bagi masyarakat yang akan membeli produk asuransi. Sedangkan bagi perusahaan asuransi bisa memacu perusahaannya untuk bisa meningkatkan kinerjanya.
Selain itu juga, lanjut Hotbonar, para pemegang saham bisa melihat sejauh mana manajemen perusahaan asuransu yang dimilikinya untuk membandingkan dengan perusahaan asuransu lainnya.
"Kita enggak bisa mendalami lagi mengenai kebenaran laporan keuangan. Ada sisi yang tidak tergambar dalam laporan keuangan yang sifatnya non-kuantitaif yang dinilai oleh Juri," jelasnya. (hen/ir)











































