BII Incar Pendapatan 20% dari Treasury

BII Incar Pendapatan 20% dari Treasury

- detikFinance
Rabu, 25 Jun 2008 14:17 WIB
BII Incar Pendapatan 20% dari Treasury
Jakarta - PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) mengincar pertumbuhan perolehan pendapatan dari treasury hingga 20%. Tapi di tengah kondisi pasar yang belum membaik target tersebut diperkirakan akan meleset.

Demikian disampaikan oleh Kepala Divisi Financial Market Sales Bank Internasional Indonesia (BII) Sutyas H. Murti dalam acara Training for Journalist, introduction to treasury, di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (25/6/2008).

"Tahun lalu pendapatan Rp 350 miliar untuk treasury saja, kita targetkan naik bisa 20%, tetapi sekarang memang susah dengan kondisi pasar sekarang ini," ujarnya

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari pertumbuhan pendapatan dari treasury sebesar itu, BII menargetkan bisa memperoleh pendapatan 45% dari fee based  dan 55% dari  net interest income.

"Tahun lalu secara total pendapatan, sebesar Rp 800 miliar 40% nya  berasal dari fee based," katanya.

Pendapatan treasury BII selama ini diperoleh dari beberapa hal seperti dari net interest income bisa diperoleh dari trading, banking books, sedangkan untuk fee diantaranya FX profit, premium dan lain-lain.

Ia juga menambahkan bahwa sekarang ini tren perolehan pendapatan perbankan secara keseluruhan akan terus bergeser sampai ke titik keseimbangan antara pendapatan tetap termasuk kredit dengan pendapatan dari fee.

"Kalau ke depannya bisa mencapai 50%:50%, yang sekarang itu yang bisa dicapai hanya oleh bank-bank asing dengan aneka ragam produknya. Nantinya memang akan bergeser ke sana," ujar Sutyas.

Sutyas mengatakan salah satu fee based yang diperoleh dari bank-bank asing yang cukup besar diperoleh dari layanan LC yang banyak digarap oleh bank-bank asing.

"Produk LC memberi peluang untuk fee based, asing memberi fasilitas LC lebih baik dengan potensi margin yang tinggi," jelasnya.

Meskipun ia yakin dengan semakinnya tingginya nilai impor Indonesia, dan juga tingginya nilai ekspor akan cukup membantu potensi pendapatan dari bidang layanan semacam ini.

Hingga kini komposisi pendapatan keseluruhan BII dari net interest income mencapai 65%, sedangkan dari fee based hanya 35%. "Kita harapnya nanti bisa sama 50%:50%," ucapnya.

(hen/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads