Hal ini dikatakan oleh Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (26/6/2008).
"Jumlah 1,6 persen itu makin kecil dan dengan demikian kita makin nyaman dan tidak ada pressure," jelasnya.
Rahmat mengatakan disamping perhitungan penerbitan SUN Netto sebesar Rp 94,7 triliun, perhitungan pemerintah untuk SUN yang akan jatuh tempo di 2009 adalah sekitar Rp 40 triliun.
Pada tahun 2009, lanjut Rahmat, pemerintah akan mengurangi sumber pinjaman dari luar negeri.
"Karena ADB makin mengurangi, karena sumbernya makin terbatas dan Indonesia sudah masuk kategori negara yang eligible untuk menerima pinjaman yang sangat lunak, karena GDP kita sudah semakin tinggi," jelasnya. (dnl/qom)










































