Demikian dikatakan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman D Haddad di gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Kamis (26/6/2008).
"Saya melihat sampai pertengahan tahun ini, pertumbuhan kredit itu masih sangat tinggi bahkan year on year mencapai hampir 33%," jelasnya.
BI sejauh ini masih menunggu revisi rencana bisnis perbankan dalam negeri menyusul kenaikan BBM. Rencananya semua laporan revisi tersebut akan disampaikan ke BI pada bulan Juli 2008.
"Mengenai rencana bisnis banyak yang menyesuaikan targetnya, akan dimasukkan pada awal bulan Juli ini karena tengah tahun," ucap Muliaman.
Dikatakan Muliaman, BI mencoba mengingatkan kalangan perbankan untuk memperhatikan aspek-aspek ekonomi yang terus bergulir, termasuk inflasi dan kenaikan BBM.
"Karena situasi ekonomi dan lain sebagainya mencoba mereview masing-masing kita sudah mengingatkan pada masing-masing bank untuk mencoba sacara masing-masing untuk melihat apa tingkat inflasi, kondisi balance sheet masing-masing," serunya.
Ia mengatakan dari pencapaian kredit perbankan dibeberapa sektor masih menunjukan tanda-tanda yang masih positif termasuk sektor infrastuktur, perkebunan jalan, industri, perdagangan dan lain-lain.
"Kita juga mereview beberapa program dalam inisiatif arsitektur perbankan. Kita jaga sudah konsultasikan apakah ada masukan baru dari para stakeholders," paparnya panjang lebar.
Muliaman menambahkan, BI telah melakukan pertemuan dengan kalangan perbankan dan pengamat untuk memperoleh masukan mengenai hal-hal yang harus prioritas perbankan dalam beberapa tahun kedepan.
"Tentunya ini masih belum selesai dan masih terus kita rumuskan. Soal review kita melihat mana yang sadah berjalan efektif mana yang balum jadi semacam stock opname, mengenai perbaikan ke depan seperti apa," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(hen/qom)










































