Demikian dikatakan oleh Chairman PT Optimus Capital Arwin Rasyid dalam acara seminar mengenai Reits dan Sukuk di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (2/7/2008)
"Kenaikan 0,5% belum terlalu mengkwatirkan, kita lihat dari moment ke moment, bunga kita sekarang ini terendah selama 15 tahun terakhir bunga itu komponen kecil dari total biaya," ujarnya.
Mantan Dirut Bank Danamon ini menilai perbankan di Indonesia masih dalam kondisi yang baik dilihat dari sisi internalnya ataupun kondisi pasar. Banyak perbankan di Indonesia kini masih terus melakukan konsolidasi.
"Suku bunga kita bebebrapa tahun terakhir setelah krisis 18% - 22%, sekarang ini 11% - 14% kondisi kita beberapa tahun lalu sangat baik sekali, ekonomi masih bisa mengakomodasi peningkatan sukubunga," katanya.
Namun Arwin mewanti-wanti adanya potensi kredit macet dari sejumlah sektor seperti kredit kepemilikan kendaraan bermotor karena sangat rentan dengan kondisi ekonomi.
"Kedepannya pembelian itu lebih pruden misalnya segmen kendaraan bermotor sangat terpengaruh, BBM, konsumsi sehari-hari, penutupan pabrik karena pengurangan tenaga kerja," jelasnya.
Arwin yang juga mantan Dirut Telkom ini menekankan prinsip kehati-hatian bank untuk penyaluran kredit. Ia mencontohkan kasus subprime mortgage di AS terjadi karena ada ada sektor yang seharusnya tidak diberikan kredit.
"Jadi kasus subprime mortgage bagian dari pelanggaran risk management yang luar biasa. Kita harus melihatnya kesana bukan gejala subprime yang menjalar ke Indonesia," katanya.
Untuk suku bunga kredit bermotor, Arwin perbankan Indonesia masih menawarkan kisaran yang menggiurkan dibandingkan bunga kredit yang mencapai 28% sampai 38%.
"Sedangkan pengajuan untuk kredit korporasi sampai 5-6 bulan jadi ada jeda waktu, 0,5% masih sangat rendah," katanya. (hen/qom)











































