Soros: Pasar Finansial Hadapi Krisis Paling Serius

Soros: Pasar Finansial Hadapi Krisis Paling Serius

- detikFinance
Selasa, 15 Jul 2008 11:14 WIB
Soros: Pasar Finansial Hadapi Krisis Paling Serius
New York, - Dua perusahaan pembiayaan besar AS, Fannie Mae dan Freddie Mac harus mendapat pertolongan dari pemerintah dan Bank Sentral AS untuk menghindari kebangkrutan. Fannie Mae dan Freddie Mac bukanlah korban terakhir dari krisis kredit yang melanda AS.

"Insiden (Fannie dan Freddie) bukanlah yang terakhir. Gejolak di pasar finansial dunia sepanjang tahun ini merepresentasikan sebuah krisis finansial yang paling serius dalam sejarah," ujar miliuner George Soros dalam wawancaranya dengan Reuters, Selasa (15/7/2008).

Departemen Keuangan AS akhirnya setuju untuk menaikkan batas pemberian kredit Fannie dan Freddie di atas batas US$ 2,25 miliar, dan memiliki opsi untuk membeli saham mereka jika diperlukan. Sementara Bank Sentral As (Federal Reserve) membolehkan perusahaan pembiayaan perumahan untuk meminjam dengan tingkat suku bunga yang dikenakan bank untuk pinjaman langsung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Freddie Mac dan Fannie Mae menghadapi krisis kesanggupan melunasi utang dan bukan krisis likuiditas. Tidak ada masalah dalam pinjaman dan pada faktanya sejauh ini tak ada masalah, the Fed selalu ada untuk menyediakan likuiditas," tambah Soros.

Menkeu AS Henry Paulson pada Minggu (13/7/2008) mengumumkan rencana darurat untuk menyelematkan Fannie Mae dan Freddir Mac, setelah sahamnya terus merosot akibat kekhawatiran investor akan masa depan 2 perusahaan pembiayaan perumahan terbesar itu.

Paulson dalam pengumumannya menyatakan, dua perusahaan tersebut akan mendapatkan batas kredit yang lebih besar untuk sementara, guna menghindari kesulitan likuiditas. Namun ia tak menjelaskan berapa besar kenaikan batas kreditnya.

Departemen Keuangan AS dan Bank Sentral (Federal Reserve) mengumumkan berbagai kebijakan untuk memberikan pinjaman uang dan membeli sahamnya jika diperlukan untuk Freddie Mac dan Fannie Mae.

Fannie dan Freddie memiliki atau menjamin utang senilai US$ 5 triliun, atau separuh dari nilai pembiayaan perumahan AS. Bank-bank asing, terutama dari Asia menguasai US$ 979 miliar surat berharga dan surat berharga berbasis hipotek.

"Memburuknya sektor perumahan, penyitaan rumah yang terus berlanjut telah menyebabkan kerugian yang melebihi likuiditas mereka," jelas Soros yang pernah dituding sebagai penyebab krisis finansial 10 tahun silam itu.

Saham Fannie dan Freddie akhirnya naik hingga 30% dalam praperdagangan kemarin, namun penguatan tidak bertahan lama. Saham Fannie kemarin ditutup melemah 5,07% ke US$ 9,73, sementara Fredie turun 8,26% ke US$ 7,11.

(qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads