Hal ini dikatakan oleh Direktur Utama BNI Gatot Suwondo usai acara penandatanganan kerjasama dengan Direktorat Jenderal Pajak untuk pembayaran PBB secara online di Gedung Dhanapala, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (15/7/2008).
"Target kredit 20% akan tercapai, karena saya lihat dari Desember sampai kuartal I, dan kuartal II ini ada peningkatan, jadi kita tidak lihat ada perubahan," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi kita sudah punya pengalaman yang dulu, kemudian akhir tahun lalu juga sudah terlihat efek subprime mortgage dan harga minyak dunia, dan ini memang sudah diprediksi kenaikan harga BBM. Jadi menurut saya bank dan sektor riil sudah mempersiapkan diri, sehingga nggak kaget," tuturnya.
BNI sebenarnya telah merevisi target pertumbuhan kreditnya dari rencana semula 28% menjadi 20% karena situasi yang terjadi
"Lalu coverage ratio yang kita prediksi sampai akhir tahun baru bisa 100%, ternyata sampai semester satu sudah bisa. Jadi untuk 6 bulan ke depan kita tidak perlu besar-besar coverage ratio-nya, bulan Maret sudah 80%," katanya.
Namun demikian, lanjut Gatot, pihaknya tetap mengkhawatirkan turunnya kualitas kredit. "Khususnya untuk kredit konsumer, karena yang akan terkena impact dengan kondisi saat ini adalah yang pendapatan tetap, dengan kenaikan harga minyak ini, itu yang kita jaga," tuturnya. Â
(dnl/qom)











































