Demikian kata Presiden SBY dalam dialog pada peresmian Pekan Padi Nasional III, di Balai Besar Penelitian Padi, Subang, Kamis (24/7/2008).
"Tolong kalau ajukan kredit, penggunaanya yang jelas. Mau diibuat usaha apa dan ada di mana," kata SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aduan tersebut segera ditindaklanjuti oleh ajudan dengan menanyakan jenis usaha yang dimintakan kreditnya. Setelah panjang lebar marah-marah barulah pengirim SMS yang ternyata seorang sarjana baru lulus dan berniat mandiri dengan membu lapangan kerja itu mengakui bahwa dirinya masih bingung akan mendirikan usaha apa.
"Kalau mau usaha apa masih bingung dan lokasinya juga masih cari-cari, apanya yang mau diberi kredit? Misalnya mau dagang soto atau bakso, tunjukkan gerobaknya mana dan ada di mana," kata SBY.
Pemaparan presiden itu disampaikan menanggapi permintaan Asep Syaefudin agar pemerintah menaikkan plafon KUR. Pengurus kelompok tani asal Karawang ini menilai batas maksimal Rp 5 juta per nasabah meski sangat membantu tapi masih kurang untuk modal usaha lebih besar.
Dirut BRI Sofyan Basir yang hadir di lokasi oleh SBY diminta memberi penjelasan secara langsung. Bahwa ada program KUR lanjutan yang nilainya Rp 5 juta sampai Rp 500 juta per nasabah.
"Tolong perbankan terapkan syarat dan standart yang sama dalam mengelola KUR," ujar SBY usai penjelasan Sofyan Basir.
(lh/qom)











































