BI akan melepas tiga anak usahanya yaitu Bank Indover, PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) dan PT Bahana Permodalan Usaha Indonesia (BPUI).
"Filosofisnya, seharusnya BI tidak lagi menangani hal-hal semacam itu. Fokus pada tugas pokoknya. Dan oleh sebab itu UU mengatakan ini harus dilepas saya kira itu arahan yang baik sekali. BI dan semua karyawan disini kembali pada tugas pokok," kata Gubernur BI Boediono dikantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (25/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya pada zamannya dulu memang, infrastruktur untuk menjalankan kebijakan moneter perbankan masih belum lengkap jadi masih diperlukan seperti itu. Tapi pada saat sekarang BI melihat infrastruktur yang ada untuk melakukan tugas pokoknya sudah cukup, kita bisa melakukan dengan institusi yang ada," jelas Boediono.
Untuk divestasi 3 anak usahanya itu, Boediono mengaku, BI sedang mencari cara divestasi yang terbaik bagi negara untuk mendapatkan hasil maksimal.
"Ya waktunya secepatnya, tetapi dilakukan dengan sebaik-baiknya," katanya.
BI memiliki saham di Bank Indover 100%. Sedangkan kepemilikan saham di Askrindo dan BPUI masing-masing 55% dan 82,2%. (ir/qom)










































