SBY Buka Konferensi Kredit Mikro Asia Pasifik

SBY Buka Konferensi Kredit Mikro Asia Pasifik

- detikFinance
Senin, 28 Jul 2008 08:39 WIB
SBY Buka Konferensi Kredit Mikro Asia Pasifik
Nusa Dua - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Senin (28/7/2008) akan membuka  The Asia-Pacific Regional Microcredit Summit 2008 di Bali International Convention Centre, Nusa Dua.

Sejumlah menteri tampak mendampingi Presiden SBY dalam kunjungan kerjanya di Bali, antara lain, Plt Menko Perekonomian/Menteri Keuangan Sri Mulyani, Mensesneg Hatta Rajasa, Meneg Koperasi dan UKM Suryadharma Ali serta Juru Bicara Kepresidenan, Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal.

Asia Pasific Regional Microcredit Summit 2008 (APRMS)  ini rencananya akan berlangsung pada 28-30 Juli 1008. Kegiatan yang diprakarsai oleh Microcredit Summit Campaign ini merupakan acara yang akan mempertemukan berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan dan pengembangan kredit mikro dan lembaga keuangan mikro (micro finance) seperti pemerintah, perbankan, lembaga keuangan non bank, lembaga donor dan LSM dari berbagai negara khususnya di Asia-Pasifik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain presiden SBY, sejumlah tokoh pengembangan keuangan mikro dunia juga seperti pemenang Nobel Perdamaian 2006, Prof. M. Yunus, Presiden Honduras, Manuel Zalaya, mantan Presiden Peru, Alejandro Toledo, dan First Lady of South Africa, Mrs. Zanele Mbeki akan hadir dalam acara tersebut.

APRMS tahun ini akan membahas beberapa tema utama yang menjadi prioritas seperti :
  1. Menggapai si miskin
  2. Menggapai kekuatan kaum perempuan
  3. Membangun institusi yang mandiri secara finansial
  4. Menjamin dampak yang positif terhadap nasabah dan keluarganya.

"Tema-tema tersebut merupakan kelanjutan dari pembahasan yang dilakukan pada Micro Credit Summit di Halifax Canada pada tahun 2006 lalu," demikian siaran pers dari Bank Indonesia.

BI berharap, penyelenggaraan kegiatan ini dapat mendorong pengembangan keuangan mikro, baik yang dilakukan bank umum, BPR dan lembaga keuangan mikro lainnya serta mendukung pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia.

(qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads