Bank 'Hijau' Pertama Hadir di NTT

Bank 'Hijau' Pertama Hadir di NTT

- detikFinance
Jumat, 01 Agu 2008 11:40 WIB
Kupang - PT Bank Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi pelopor konsep bank ramah lingkungan di Indonesia. Upaya ini mungkin bisa ditiru oleh bank lain untuk mengatasi krisis energi.

Guna mendukung operasional bank termasuk ATM dan perangkat teknologi informasi (TI), bank ini memakai tenaga matahari.

Penggunaan tenaga matahari dimulai pada tanggal 21 Juli 2008 yang lalu di Kupang. Hal ini merupakan solusi dari terbatasnya suplai listrik di Kupang dan penghematan energi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Bank NTT Charles Amos Corputty dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Jumat (1/8/2008).

"Harapan kami, semakin banyak lagi bermunculan Green Bank-Green Bank lainnya sebagai upaya membantu pemerintah menekan krisis energi," tambahnya.

Terbatasnya suplai listrik seperti yang dialami Bank NTT cabang Betun-Kupang, diatasi dengan memanfaatkan genset. Namun membengkaknya biaya operasional seiring meningkatnya harga minyak bumi membuat Bank NTT harus mencari jalan keluar yang lain.

"Kupang merupakan daerah dengan pancaran sinar matahari yang sangat kuat. Hal ini mendorong munculnya gagasan pemanfaatan tenaga matahari dengan modul tenaga surya (solar panel) sebagai pengganti listrik," ujarnya.

Untuk menyediakan perangkat modul tenaga surya ini diambil dari VisioNet. Modul tenaga surya ini terbukti mampu menghasilkan listrik untuk mendukung operasional cabang termasuk ATM dan perangkat TI.

"Kini Bank NTT dapat memberikan layanan kepada nasabah dengan lebih baik tanpa perlu kuatir akan keterbatasan listrik," ujar Paulinus Koesoemo, Presiden Direktur VisioNet

PT Bank NTT berdiri sejak 17 Juli 1962 dan kini telah memiliki 1 Kantor Pusat, 1 Kantor Cabang Utama di Kupang, 1 Kantor Cabang Utama di Surabaya, 15 Kantor Cabang, 22 Kantor Cabang Pembantu, 9 Kantor Kas, 11 mobil kas keliling, 25 ATM yang tersebar diseluruh daerah Propinsi Nusa Tenggara Timur.

Total aset per 30 Juni 2008 telah mencapai Rp 2,9 triliun, Dana Pihak Ketiga Rp 2,4 triliun, kredit yang disalurkan mencapai Rp 2,1 triliun, modal disetor Rp 262 miliar, laba selama 6 (Enam) bulan Rp 69 miliar, CAR 32,6%, LDR 82% dan NPL 1,1% (ddn/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads