Bank Terpecah Sikapi BI Rate 9%

Bank Terpecah Sikapi BI Rate 9%

- detikFinance
Selasa, 05 Agu 2008 15:47 WIB
Bank Terpecah Sikapi BI Rate 9%
Jakarta - Kenaikan BI Rate 25 basis poin menjadi 9% disikapi secara berbeda oleh kalangan perbankan. Sebagian sudah memrediksi, namun sebagian lagi khawatir kenaikan BI Rate bisa mengganggu kinerja mereka.

Beberapa bank mengkhawatirkan kenaikkan BI Rate sampai 9% akan menimbulkan potensi peningkatan NPL (Non Performing Loan), karena bank harus menaikkan suku bunga kreditnya seiring dengan kenaikkan BI Rate.

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Perbanas Sigit Pramono usai menghadiri kampanye sunset policy yang diadakan Direktorat Jenderal Pajak di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (5/8/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"BI Rate naik 25 bps (jadi 9%) itu sudah diperhitungkan, ada bank yang tidak keberatan dan ada yang keberatan dengan bilang ini akan timbulkan potensi NPL," katanya.

Sigit mengatakan memang beberapa bank sudah memprediksi sampai akhir tahun BI Rate akan berada di kisaran 9 persenan sehingga mereka sudah diap dengan situasi tersebut.

"Tapi ada juga yang khawatir, karena dengan kenaikkan BI Rate maka suku bunga dana simpanan bank harus naik dan bank harus menaikkan suku bunga kredit. Nah ini dampaknya kepada nasabah adalah ditakutkan mereka mulai tersendat-sendat untuk cicil kredit karena suku bunga naik," tuturnya.

Selain itu, Sigit juga mengatakan mengenai prediksi pertumbuhan ekonomi dengan tekanan ekonomi yang terjadi saat ini. "Kalau sampai 6% lebih sedikit bisa tercapai, tapi kalau 6,4% seperti target pemerintah mungkin akan sedikit terkoreksi," ujarnya.



(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads