Hal ini dikatakan oleh Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto ketika ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (7/8/2008).
"Yield spread-nya dengan asing bagi bond kita menjadi lebih menarik. Asing berbondong bondong masuk," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagi penerbitan obligasi negara, situasi ini semakin memperingan biaya penerbitan. Apalagi, separuh lebih target SBN sudah diterbitkan, dan masih banyak instrumen yang belum diterbitkan seperti Surat Berharga Negara Syariah lokal dan global, serta Obligasi Ritel indonesia seri 005," tuturnya. (dnl/qom)










































