BTN Cari Celah IPO di Akhir Tahun

BTN Cari Celah IPO di Akhir Tahun

- detikFinance
Senin, 11 Agu 2008 13:05 WIB
BTN Cari Celah IPO di Akhir Tahun
Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (BTN) tetap akan melaksanakan IPO pada tahun ini. BTN akan mencari ruang pada pada akhir November sampai awal Desember untuk melepaskan sahamnya ke pasar.

Hal tersebut disampaikan Direktur Treasury BTN Saut Pardede dalam jumpa pers di Menara BTN, Jalan Gajah Mada, Jakarta, Senin (11/8/2008).

"Kalau harga minyak turun dan inflasi terkendali dimungkinkan dilakukan IPO pada November sampai minggu kedua Desember, jadi masih ada opportunity di tahun ini," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan saat ini perseroan tengah melakukan proses seleksi atau beauty contest terhadap 7 lembaga penunjang IPO. Lembaga itu bukan hanya underwriter, tetapi juga auditor, wali amanat dan lain-lain

"Jadi belum diputuskan mana pemenangnya, kan belum dilakukan seleksi baru besok terakhir kesempatan mereka untuk menyerahkan proposal pengajuan lembaga penunjang," ujarnya.

Nantinya BTN akan memilih 3 underwriter untuk IPO tahun ini. Namun BTN masih menunggu rekomendasi dari DPR dan juga kondisi pasar membaik

"Tapi kami yakin setelah reses ini mudah-mudahan DPR menyetujui, karena ini kan mendukung sektor pembiayaan perumahan," ujar Dirut BTN Iqbal Latanro di tempat yang sama.

Mengenai penundaan penerbitan obligasi senilai Rp 1 triliun di semester I-2008, terjadi karena adanya rekomendasi dari underwriter yang dipilih BTN yakni Danareksa, Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Securities.

"Rencanannya kan semester 1 kemarin tapi ditunda karena pasar lagi jelek, bunga lagi tinggi, kalau dipaksakan sekarang bunganya lebih tinggi dari SUN, kalau memang sekarang memang bisa kita terbitkan obligasi dengan jangka waktu 5 tahun dengan bunga 11 persen sih nggak apa-apa, tapi kan gak bisa, SUN saja sekarang sudah 11 persen lebih berarti kita harus di atas itu supaya laku," ujar Saut.

Namun BTN tidak hanya mengandalkan pembiayaan dari IPO dan obligasi saja di akhir Oktober ini BTN akan berupaya melakukan sekuritisasi aset Rp 500 miliar bekerja sama dengan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF).
(dnl/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads