Hal ini dikatakan oleh Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga saat ditemui di Gedung DPR RI Jakarta, Rabu (3/9/2008).
"Private equity jika kita masuk mesti dihitung. Belum-belum masih tahap rencana, ini investasi jangka panjang analisanya juga lama, menghasilkan pun lama," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak bisa dijual-beli tidak seperti obligasi, maka investasi langsung itu harus hati-hati. Apalagi di luar negeri biasanya tidak ada yang berani invetasi langsung, kecuali dana pensiun," katanya.
Ia mencontohkan sekarang ini Jamsostek telah melakukan investasi langsung dengan melakukan penyertaan modal di Bank Perserikatan Indonesia. Namun kata Hotbonar, ini dilakukan secara terpaksa dan tidak direncanakan.
"Kita meminjamkan duit, lalu dikonversi dengan saham, itu nggak sengaja, terjadi pada tahun 2005. Besarnya hanya Rp 35 miliar," imbuh Hotbonar.
Hingga per 31 Juli 2008 Jamsostek hanya mencapai laba bersih 54% dari seharusnya 58% yang digariskan dalam RKAP (Rencana Kerja Anggaran Perusahaan). Sedangkan untuk hasil investasi per 31 Juli mencapai Rp 4,425 triliun yang komposisinya saham 29%, obligasi 46% deposito 21% dan lainnya.
"Kita masih menderita kerugian di saham, termasuk reksa dana saham aktiva bersihnya turun," tambahnya. (/)










































