Seberapa besar Dana Pensiun yang sebenarnya harus kita persiapkan? Lalu kalau tidak cukup, strategi seperti apa yang harus kita lakukan?
Mari kita lakukan perhitungan bersama. Apabila Anda saat ini berusia sekitar 30 tahun, dengan biaya hidup per bulan sebesar Rp 5 juta, dengan inflasi rata-rata 12% per tahun, maka ketika Anda pensiun nanti di usia 55 tahun (rata-rata usia pensiun di Indonesia), yang berarti 25 tahun lagi, maka biaya hidup Anda per bulan akan menjadi Rp 85 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memang sih, usia di tangan Tuhan dan tidak ada yang tahu kita hidup sampai kapan, tapi tidak salahnya kita bersiap-siap untuk kondisi terburuk.
Nah, kembali ke perhitungan di atas, apabila Anda bisa hidup sampai usia 70 tahun (yang berarti hidup selama 15 tahun setelah pensiun) maka besaran Dana Pensiun yang berpotensi anda butuhkan nanti sekurang-kurangnya adalah Rp 15 miliar saja.
Ini pun belum memperhitungkan kenaikan 12% inflasi per tahun biaya hidup di saat Anda sudah pensiun nanti.
Kembali ke pertanyaan awal, apakah Anda sudah mempunyai Dana Pensiun? Cukupkah Dana Pensiun Anda?
Pernahkah Anda memperhitungkan Jamsostek, DPPK ataupun DPLK Anda dan berapa kelak Anda akan menerima income dari Dana Pensiun tersebut? Kalau kemudian tidak cukup strategi apa yang bisa Anda lakukan?
1. Anda bisa menambah jumlah uang yang Anda tempatkan pada Dana Pensiun DPPK atau DPLK Anda, meskipun tetap saja akan ada kekurangan dalam hal ini (akan dibahas dalam tulisan-tulisan selanjutnya tentang DPLK), atau
2. Apabila dengan DPLK dirasakan kurang, Anda bisa mulai membuat Dana Pensiun terpisah dengan menggunakan produk investasi seperti Reksadana, atau
3. Anda bisa berinvestasi pada produk keuangan dan produk investasi yang lebih berisiko lagi, berharap bahwa hasil investasinya akan tinggi dan membuat cicilan bulanan investasi Anda lebih ringan, atau
4. Anda bisa menunda pensiun Anda dan terus bekerja ketika sudah memasuki usia pensiun, atau
Anda bisa melakukan kombinasi dari ke 4 strategi di atas.
Anda mungkin kenal dengan seseorang yang sudah pensiun akan tetapi tidak mempunyai cukup dana, atau bahkan Anda bisa melihat dari keluarga/orang tua anda sendiri. Apa yang mereka lakukan untuk bisa bertahan hidup?
Ada yang bergantung hidup dari anak-anak mereka, ada yang dengan sangat terpaksa harus menjual aset-aset yang dimiliki (apabila memiliki aset yang banyak), tidak sedikit dari mereka yang harus kembali bekerja bisa yang berhubungan dengan pekerjaan lama mereka, atau bisa saja karir baru.
Serta yang sekarang sedang marak juga dilakukan oleh banyak orang adalah berbisnis alias membuka bisnis baru ataupun mengambil franchise.
Yang paling penting adalah, apakah kondisi Anda sekarang sudah cukup mendapatkan penghasilan sehingga cukup untuk berinvestasi bagi Dana Pensiun anda?
Ketika Anda sudah memperhitungkan baik-baik dan hasilnya adalah kemungkinan besar Anda harus menunda pensiun karena tidak cukup dana, atau pekerjaan sekarang tidak membuat Anda bahagia secara emosional dan finansial, maka sudah waktunya Anda berpikir untuk mengganti karir atau pekerjaan anda.
Mengganti karir sendiri tidak mudah khususnya bagi Anda yang sudah masuk ke “comfort zone”. Anda juga butuh untuk mempelajari hal-hal baru apabila Anda ingin mencoba hal atau karir baru.
Kembali pilihannya adalah melakukan hal tersebut sekarang dengan harapan bisa menambah penghasilan Anda untuk investasi Dana Pensiun, atau melakukannya nanti ketika Anda sudah tidak bekerja (pensiun di usia 55) dan tetap menyambung pekerjaan dengan karir yang baru. Pilihan ada di tangan Anda.
(ang/ang)











































