Belajar dari Kegagalan, GeekGarden Sukses Raup Omzet Rp 625 Juta

Raras Prawitaningrum - detikFinance
Selasa, 06 Des 2016 08:50 WIB
Foto: Dok. GeekGarden
Jakarta - Membangun bisnis tak pernah lepas dari bayang-bayang kegagalan. Namun, jika kegagalan terus ditempa dengan usaha, pastinya akan menuai sukses. Itulah yang dialami Firmansyah dan Heru Hang Tryputra, pemilik usaha software bernama GeekGarden Softwarehouse.

Pada 2007, Firmansyah telah merintis usaha di bidang IT dengan menerima pekerjaan dalam pembuatan aplikasi. Usahanya ini terus berkembang di level nasional hingga 2014. Namun, kemalangan menimpa usaha Firmansyah. Di 2014, usahanya terpaksa gulung tikar karena kasus penipuan dan partner di manajemen yang buruk.

Kegigihan Firmansyah tak hanya sampai di situ. Selama satu tahun masa transisi, ia meriset dan mulai merancang bisnis baru. Hal pertama yang ia sangat perhatikan adalah mencari rekan bisnis yang andal secara kapabilitas, memiliki visi serta passion yang sama besar, dan amanah dalam tanggung jawab.

Pada 13 April 2015, GeekGarden mulai beroperasi dengan menggandeng Heru sebagai rekan bisnis. Setelah menemukan rekan bisnis yang tepat, GeekGarden mulai mengumpulkan modal untuk menyediakan fasilitas kerja dan merekrut karyawan.

GeekGarden dinahkodai Firmansyah yang bertanggung jawab atas kebijakan secara keseluruhan. Heru yang bertanggungjawab dalam riset, teknis pengerjaan pemesanan, dan tim developer juga dilengkapi dengan satu orang akuntan yang memiliki wewenang untuk mengambil kebijakan manajemen agar ritme usaha dan cash flow berjalan dengan lancar.

GeekGarden adalah bisnis yang mengedepankan research and development di mana menghasilkan produk teknologi yang sudah jadi untuk dijual (University dashboard, NOMAD Engine ticketing, dan Alfred Home Automation). GeekGarden juga menerima permintaan custom aplikasi, tapi sebarannya dibatasi pada Enterprise Resource Planning.

"Berwirausaha itu seperti membesarkan seorang anak bagi saya. Butuh kesabaran, pembelajaran, fokus dan doa. Sebelum memulai rekrutmen pastikan bahwa diri kita sendiri sudah yakin akan jalan yang kita pilih. Mulai dengan membuat business plan yang reliable untuk dijalankan, small research untuk menentukan target marketing lalu pilih tools dan resource yang memadai untuk memulainya. Modal awal kami memulai usaha ini sebesar Rp 26 juta, kini setelah 1,5 tahun beroperasi omzet penjualan yang kami hasilkan mencapai Rp 625 juta," ujar Firmansyah.

Belajar dari Kegagalan, GeekGarden Sukses Raup Omzet Rp 625 JutaFoto: Dok. GeekGarden

Firmansyah mengungkapkan bahwa pemilihan rekan bisnis merupakan hal yang sangat penting.

"Saya pernah gagal dalam menjalankan sebuah usaha karena terlena tidak selektif memilih partner dan pekerjaan yang diambil. Terkadang kesempatan datang dengan cepat, lalu kita buru-buru ambil pekerjaan tersebut hanya dengan mengkalkulasi jumlah keuntungan yang mungkin kita terima dan menafikan faktor risiko. Manajemen risiko sangat penting dalam pengelolaan sebuah usaha," tukasnya.

Selain itu, melakukan promosi juga menjadi hal yang penting. GeekGarden memanfaatkan berbagai kesempatan seperti melakukan promosi dalam bentuk online dan offline. Salah satu bentuk promosi online yang efektif dengan mengikuti SolusiUKM dari detik.com.

"Efek terhadap produk dan bisnis kami yang paling nyata dirasakan adalah melonjaknya pengunjung website resmi usaha kami dan tentunya dibarengi dengan bertambah dikenalnya GeekGarden. Selain itu, dari beberapa customer yang akhirnya memilih produk dan jasa kami, ketika ditanya tahu informasi mengenai kami dari mana, mereka jawab dari iklan di detikcom," ucapnya.

Jika Anda ingin mengikuti jejak Geekgarden untuk memasang iklan di detikcom, langsung saja cari tahu info lengkapnya di https://solusiukm.detik.com/carakerja. Anda juga bisa kirim email ke solusiukm@detik.com atau telepon ke ke 021- 79186545 ext. 355. (hns/ang)