Follow detikFinance
Jumat 17 Feb 2017, 06:52 WIB

Mau Nikah, Tapi...

Illa Abdulrahman - detikFinance
Mau Nikah, Tapi... Foto: Istimewa
Jakarta - Menikah adalah perencanaan keuangan pertama yang harus dilakukan bagi setiap orang yang sudah dewasa dan bekerja sejak gaji pertama, juga bagi orang tua sebagai kewajiban terhadap anak selain kewajiban lainnya yaitu: memberi nama yang baik, mendidik dan menikahkan. Kapan perencanaaan dibuat? Sejak anak dilahirkan bahkan sejak anak dalam kandungan.

Pernikahan menjadi wajib ketika Anda sudah mampu. Namun banyak yang masih menunda-nunda karena satu dan lain hal, di antaranya kaget ketika mencoba menghitung biaya pernikahan, angka yang keluar relatif besar.

Berikut hal-hal yang harus diperhitungkan dalam perencanaan pernikahan:
1. Pastikan jenis kelamin beda, agama sama. DI Indonesia, tidak menganut pernikahan sesama jenis , juga tidak menganut pernikahan beda agama. Sebagai orang tua sejak dini harus ditanamkan bahwa perniakahan sesama jenis dilarang oleh agama Islam.
2. Mahar/Mas Kawin, hendaknya yang bersifat materi, bisa uang bisa logam mulia, perhiasan, bagi muslim tidak disarankan mukena atau alquran.
3. Hitung biaya pernikahan meliputi: gedung, undangan, kostum konsumsi, dan lain-lain.
4. Tentukan perkiraan kapan nikahnya, berapa tahun lagi.
5. Karena belum tahu menikahnya dengan siapa (namanya juga persiapan) anggap semua biaya ditanggung sendiri, atau bisa juga pokoknya nanti dibagi 2, otomatis cari pasangan/besan yang mau diajak berbagi biaya.
6. Cari informasi kenaikan rata-rata biaya pernikahan atau bisa digunakan inflasi 12% per tahun. Nah bisa dihitung proyeksi kebutuhan dananya pada saat menikah atau menikahkan.

Misal, Anda hendak menikah 5 tahun mendatang, total biaya jika menikah saat ini adalah 100 juta, maka 5 tahun mendatang dengan kenaikan 12% per tahun akan menjadi 249 jutaan.

Atau jika Anda orang tua, berencana menikahkan anak 15 tahun yang akan datang, dengan biaya saat ini Rp 200 juta, maka 15 tahun yang akan datang berpotensi menjadi Rp 1,1 miliar.

Dari angka tersebut, Anda bisa minta bantuan Financial Planner untuk mendapat angka yang harus diinvestasikan dan instrumen investasi yang tepat, apakah deposito, Logam Mulia, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Campuran, Reksa Dana Saham, Saham, Properti atau lainnya.

Penting untuk diketahui, salah tempat investasi mempengaruhi jumlah dan hasil investasi. Sama seperti dosis obat, iya, jika pas, jika kurang atau berlebih? Itu mengapa Anda perlu konsultasi ke profesional.

7. Yang tidak kalah penting, kenali calon pasangan:
  • Tipe keuangan calon pasangan : saver, shopper, dll,
  • Siapa saja yang menjadi tanggungannya,
  • Ada tidak beban hutang yang akan di bawa, jika ada sepakati bagaimana nanti setelah menikah,
  • Pengelolaan keuangan setelah menikah : masing-masing (duitmu duitmu, duitku duitku), sharing (duitmu ditambah duitku), atau jadi satu (suami : semua Uang Milik Istri),
  • Sepakati antara uang belanja & nafkah (gaji untuk istri),
  • Sepakati juga apakah istri boleh bekerja atau tidak, dalam kondisi seperti apa boleh atau tidak boleh bekerja.
  • Jangan lupa, ini sepele tapi bikin ribut : jadwal berkunjung/mudik ke ortu masing-masing.
Perlu juga digarisbawahi bahwa masalah keuangan sebelum menikah jika tidak disepakati di awal akan menjadi masalah dalam keutuhan rumah tangga. Data Kemenag dalam satu tahun ada 200 ribu kasus perceraian, yang penyebab utamanya adalah masalah ekonomi.

Agar tidak sungkan membicarakan hal-hal tersebut di atas, karena biasanya pasangan yang akan menikah, baca 'jatuh cinta', biasanya logika dan rasionya tidak jalan, sehingga cenderung 'ya sudahlah' baiknya manfaatkan jasa profesional yang ada.

8. Jika karena satu dan lain hal, pernikahan harus berlangsung maksimal satu tahun ke depan, maka pernikahan dilaksanakan dengan menggunakan dana darurat. Sudah punya?

Untuk permasalahan seputar keuangan Anda bisa menggunakan jasa financial planner utk berkonsultasi seputar biaya dan mengenali tipe keuangan pasangan beserta penyelesaiannya nanti dalam pernikahan atau mengikuti kelas-kelas perencanaan keuangan yang kami selenggarakan.

Salam Finansial! (wdl/wdl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed