Dapat THR, Bayar Utang atau Mudik?

Dapat THR, Bayar Utang atau Mudik?

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 12 Jun 2017 08:46 WIB
Dapat THR, Bayar Utang atau Mudik?
Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Tunjangan Hari Raya (THR) merupakan bonus yang diberikan perusahaan untuk karyawannya agar bisa merayakan hari raya. Namun pemanfaatannya tentu tergantung individu masing-masing, bisa untuk berfoya-foya di saat Lebaran, untuk menambah investasi atau bahkan untuk melunasi utang.

Menurut Perencana Keuangan Andi Nugroho, tidak ada salahnya menggunakan THR untuk membayar utang. Justru menurutnya itu merupakan pilihan yang tepat.

"Utang itu merupakan kewajiban, jadi memang lebih bijak," tuturnya saat dihubungi detikFinance, Senin (12/6/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Uang THR sebenarnya lebih cocok untuk membayar utang di luar cicilan rutin seperti kartu kredit ataupun utang kecil lainnya. Sebab cicilan seperti rumah ataupun kendaraan seharusnya masuk ke dalam pos pengeluaran rutin dari gaji yang di dapat setiap bulannya.

Namun Andi menghimbau agar tidak seluruhnya uang THR dibayarkan. Hal itu agar Anda masih bisa merayakan hari raya Lebaran baik itu hanya dengan keluarga kecil atau pulang ke kampung halaman.

"Di sini tergantung dari perasaan masing-masing. Apakah harus pulang kampung, atau hanya di rumah," imbuhnya.

Pilihan utang apa yang paling mendesak dan membebani dari utang yang ada. Andi juga menyarankan agar membayar 50% dari utang yang hendak dibayar. Hal itu agar masih ada dan untuk berlebaran.

Nah sisa THR bisa digunakan untuk merayakan Lebaran. Perhitungkan dengan bijak sisa uang THR apakah cukup untuk pulang kampung atau merayakannya di rumah.

"Jadi sebenarnya tergantung prioritasnya kalau menurut dia tidak apa-apa tidak pulang kampung ya bisa lunasi utang. Tapi kebutuhan berbeda-beda ada yang memang harus pulang kampung. Nah yang seperti itu bisa dipertimbangkan kembali," tukasnya.

Intinya, kata Andi, pikirkan dengan bijak terlebih dahulu apa yang menjadi prioritas. Terkadang bagi sebagian orang bertemu dengan orangtua dan sanak saudara di kampung jauh lebih penting dari segala hal. (dna/dna)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads