Follow detikFinance
Selasa, 27 Feb 2018 11:24 WIB

Jangan Sampai Kehabisan Duit Saat Plesiran di Negara Orang, Ini Tipsnya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Peristiwa warga negara asing (WNA) Selandia Baru yang kehabisan duit saat berpergian seharusnya menjadi pelajaran. Ini menunjukkan mestinya para pelancong mengatur keuangannya dengan baik sehingga tidak terkatung-katung di jalanan. Lantas, bagaimana cara supaya berpergian namun tetap aman?

Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi, Andy Nugroho mengatakan, perencanaan yang matang mesti dilakukan dari awal. Para pelancong seharusnya mengumpulkan informasi terkait berapa biaya yang mesti dikeluarkan untuk berwisata.

"Saya pribadi, saya merencanakan dengan matang. Apalagi dengan sekarang bisa browsing, berapa biaya yang kita butuhkan. Kemudian transportasi, akomodasi, bahkan printilan misalnya bus dari kota A ke B. Makanannya apa aja. Jadi paling nggak estimasi yang kita butuhkan berapa, tahu," kata dia kepada detikFinance, di Jakarta, Senin (26/2/2018).


Dia mengatakan, ada beberapa poin penting mesti diperhatikan ketika berpergian. Dia mengatakan, gaya berpergian mesti diperhatikan oleh para pelancong. Andy mengibaratkan seperti 'koper' dan 'ransel'.

Koper, kata dia, mewakili kelompok pelancong dengan fasilitas yang serba ada. Jadi, butuh dana yang relatif besar untuk berpergian dengan gaya koper. Sebaliknya, ransel menggambarkan cara berpergian dengan seadanya.

"Kalau pesawat mungkin susah digantikan tapi perjalanan hari-harinya, yang kalau orang pilih nyaman sewa mobil atau naik kereta ini cari tumpangan. Atau lagi dengan cara komunitas, ada nebeng kenalan kita. Kalau mahasiswa menginap di mushola," sambungnya.

Kemudian, mencari item-item yang bisa diirit. Misalnya, kalau selama wisata hanya menghabiskan sedikit waktu di penginapan maka sebaiknya cari penginapan yang murah.

Bukan hanya itu, item seperti pembelian oleh-oleh juga bisa diirit. Artinya, sedari awal pembelian oleh-oleh sudah diatur.

"Apalagi kalau orang Indonesia tipikalnya kalau berpergian kemanapun dalam negeri, luar negeri pasti yang dicari oleh-oleh, oleh-olehnya banyak. Kita bikin list siapa yang dibeliin oleh-oleh," ungkapnya.

Bahkan, transportasi juga bisa digunakan untuk mengurangi pengeluaran dari penginapan. "Misalnya hari ini kota A, besok B, caranya cari transportasi kota A ke B malam-malam, berangkat jam 9 malam ke kota B, nginepnya lumayan di kereta," sambungnya.

Poin penting selanjutnya ialah waktu berpergian. Ini mesti diperhatikan, karena waktu berkaitan dengan ongkos pesawat dan penginapan.

"Perhatikan jadwal kita mau piknik. Memang kalau peak season harga tiket pasti lebih mahal dari low season," tukas dia. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed