Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 10 Mar 2018 08:52 WIB

Kuliah Sekarang di Kampus Swasta atau Nanti (Mungkin) di Negeri? (1)

Ila Abdulrahman - AIdil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Ilustrasi Foto: Jefris-detikcom Ilustrasi Foto: Jefris-detikcom
Jakarta - Banyak terjadi di masyarakat Indonesia, umumnya di daerah yang masih menjargonkan "yang penting kuliah di universitas negeri" apapun jurusannya. Dan demi untuk negeri itu, rela menghabiskan waktu bertahun-tahun hingga batas maksimal jatah bisa ikut tes masuk kampus negeri habis.

Beruntung jika akhirnya memang lolos, namun jika akhirnya tidak lolos habis waktu, tenaga dan biaya untuk ikut tes masuk kampus negeri. Lalu baiknya bagaimana?

Seandainya manusia dibolehkan mengintip nasib, maka tak perlu hal diatas terjadi, karena sudah mengetahui apakah akan diterima di kampus negeri atau swasta. Faktanya manusia tidak diberi pengetahuan akan masa depan yang serba misteri, sehingga yang dapat dilakukan adalah berusaha, berikhtiar.

Untuk calon mahasiswa yang sudah terlanjur, maka ambil kesempatan dan jalani tes yang msih tersisa. Dalam hal ini apakah memilih kampus swasta sekarang atau negeri dan mungkin nanti diterima, sebagai orang tua maka perlu merencanakan keduanya, di siapkan, jauh-jauh hari.

Ubah Paradigma, Kampus Negeri Tak Selalu Yang Terbaik
Beberapa calon mahasiswa menunda kuliah setelah gagal dalam tes masuk perguruan tinggi negeri, disebabkan oleh orang tuanya dan lingkungan yang beranggapan, bahwa kampus negeri adalah yang paling baik, paling bonafide, paling keren, dan jika masuk negeri adalah anak yang cerdas. Faktanya banyak kampus swasta memiliki kualitas yang tidak kalah bahkan lebih baik dari kampus negeri, dan mahasiswanya pun cerdas.

Tak Selamanya Kampus Negeri Lebih Murah Biayanya
Alasan kedua para orang tua menunda anaknya kuliah setelah tidak lolos tes kampus negeri adalah karena berpendapat bahwa kampus swasta biayanya lebih mahal dari kampus negeri. Benar, namun tidak selalu. Banyak Kampus swasta yang dengan kualitas bagus biayanya pun setara dengan kampus negeri. Beberapa universitas swasta memberikan beasiswa kepada siswa yang saat di SMAnya berprestasi dengan juara kelas maupun juara dalam bidang lain.

Menghindari Kegalauan Siapkan Biaya Kuliah Dengan 2 Alternatif, Kampus Negeri dan Kampus Swasta Jauh-Jauh Tahun
Pada saat mempersiapkan biaya pendidikan, lakukan perhitungan untuk kampus swasta dan kampus negeri yang dituju. Siapkan dana dengan menggunakan dasar biaya kampus mana yang paling mahal.

Nah, di tulisan berikutnya akan saya coba jabarkan simulasi perhitungan untuk masuk ke kampus negeri dan kampus swasta. Karena kebetulan saya (penulis) bermukim di Yogjakarta maka contoh kampus yang akan saya pakai adalah yang berada di Yogja. Untuk kampus lain bisa disesuaikan.


Jangan lupa semua ilmu ini bisa dipelajari di workshop Perencanaan Keuangan, Pengelolaan Gaji bulanan dan Investasi yang dilaksanakan oleh IARFC Indonesia https://ow.ly/NbPy30gC3Dy atau tim AAM & Associates http://ow.ly/pxId30gC3BB.

Di luar kota, dibuka kelas di Bali untuk warga Bali dan sekitarnya atau anda yang ingin belajar sambil liburan info http://bit.ly/PMDPS02, dan bagi yang ingin belajar Cara Kaya dengan reksa dana di Bali, info http://bit.ly/RDDPS02.

Selain Bali dibuka juga kelas di Yogya, info http://bit.ly/PMJGS18 dan di sini http://bit.ly/RDJGS18. Di akhir bulan Maret dibuka lagi workshop mengelola gaji bulanan biar nggak cepat habis, info http://bit.ly/PMM0318 dan cara kaya dengan reksa dana, info http://bit.ly/WRD0318.

Siap-siap juga awal bulanan ramadan ada kelas Perencanaan Keuangan Syariah juga, info http://bit.ly/IFP0518, kelasnya hanya setahun sekali lho di bulan ramadan saja.


Sementara untuk ilmu yang lengkap, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning di sini http://bit.ly/BFP0418.

Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami "Seputar Keuangan" atau klik t.me/seputarkeuangan. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed