Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 13 Mar 2018 06:56 WIB

Baru Gajian Langsung Habis

Mohamad Taufiq Ismail - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Sering kita mendengar istilah uang gaji selalu habis 'mengalir bagaikan air'. Istilah tersebut tidak salah karena memang uang gaji Anda, komisi, bonus, atau apapun namanya, pasti akan selalu habis. Cuma habisnya ke mana, itu yang perlu dikelola dengan baik menggunakan perencanaan keuangan.

Ada juga istilah nasakom, nasib satu koma, baru gajian tanggal 1 kemudian sudah koma, alias sudah sekarat. Istilah ini sering diidentikkan dengan gaji yang baru saja diterima, kemudian dalam waktu singkat sudah habis.

Istilah ini konotasinya lebih ke negatif, karena setelah 'koma', kemudian sang penerima gaji harus mulai berhemat dengan berbagai cara agar bisa tetap hidup layak dan tidak sampai ke 'titik'.

Istilah-istilah lain yang bernada sama mungkin sering juga kita dengar. Namun pernahkah Anda berpikir dan menganalisa, khususnya untuk Anda yang sering mengalami hal seperti di atas, mengapa gaji Anda bisa habis dalam waktu singkat?

Idealnya gaji tidak langsung habis dalam waktu singkat. Kalaupun habis, sebaiknya gaji habis dalam waktu singkat ke pos-pos yang telah ditentukan jumlahnya untuk melakukan pembayaran cicilan utang yang sudah jatuh tempo, pembayaran premi asuransi, kemudian juga sebagian masuk dalam rekening dana darurat, serta rekening investasi rutin.

Sedangkan sisa gaji yang masih ada akan digunakan untuk kebutuhan rutin bulanan rumah tangga serta untuk pembayaran-pembayaran yang masih akan dilakukan di minggu kedua atau ketiga, seperti SPP anak, iuran sampah dan keamanan, pembelian pulsa, serta untuk belanja dapur hingga akhir bulan nanti.

Jika Anda masih mengalami yang namanya gaji langsung habis dalam waktu singkat dan kemudian mengalami kesulitan dalam pengaturan pengeluaran rumah tangga di minggu kedua dan seterusnya, cobalah untuk mendaftar jenis-jenis pengeluaran rutin Anda.


Catat jenisnya, waktu pengeluarannya, serta berapa yang harus dikeluarkan. Setelah Anda membuat daftar tersebut, coba buat prioritas pengeluarannya. Mana yang paling penting untuk dibayar terlebih dulu. Saran saya masukkan sedekah sebagai pengeluaran pertama, kemudian kewajiban pembayaran utang di prioritas kedua Anda.

Prioritas ketiga adalah tabungan dana darurat Anda. Sisihkan sebagaian gaji Anda untuk tabungan wajib. Mengapa harus dikeluarkan di awal? Tentu agar ada yang ditabung, karena nanti jika Anda menabung dari sisa, maka yang ada pun pasti hanya sisa-sisa atau bahkan tidak ada.

Tentukan kebutuhan dana darurat agar Anda bisa mentargetkan berapa yang harus ditabung tiap bulannya. Prioritas keempat adalah pembayaran premi asuransi, apakah itu asuransi kesehatan ataupun asuransi jiwa.

Prioritas kelima atau terakhir adalah investasi untuk mencapai tujuan keuangan. Dan yang terakhir atau prioritas keenam adalah untuk kebutuhan rutin bulanan Anda, seperti beli pulsa, belanja dapur sehari-hari, beli bensin, iuran fitness, beli baju, dana jalan-jalan akhir minggu bersama keluarga, serta pengeluaran rutin bulanan lainnya.


Setelah Anda mendaftar seluruh pengeluaran, coba bandingkan dengan gaji Anda, kurangkan dengan gaji Anda satu per satu pengeluaran tersebut. Apabila gaji sudah habis sebelum Anda mencapai prioritas keenam, maka artinya Anda mengalami defisit keuangan. Pengeluaran Anda lebih besar daripada pemasukan.

Ini yang kemudian dikenal dengan 'besar pasak daripada tiang', alias pengeluaran minus terus setiap bulannya. Nah prioritas ini bisa digabungkan dengan strategi mengatur keuangan bulanan anda.

Semua itu bisa dipelajari dari workshop mengelola gaji bulanan dan investasi yang dilaksanakan oleh tim IARFC Indonesia http://ow.ly/NbPy30gC3Dy atau tim AAM & Associates http://ow.ly/pxId30gC3BB.

Di luar kota, dibuka kelas di Bali untuk warga Bali dan sekitarnya atau anda yang ingin belajar sambil liburan info http://bit.ly/PMDPS02, dan bagi yang ingin belajar Cara Kaya dengan reksa dana di Bali, info http://bit.ly/RDDPS02.

Selain Bali dibuka juga kelas di Yogya, info http://bit.ly/PMJGS18 dan di sini http://bit.ly/RDJGS18. Di akhir bulan Maret dibuka lagi workshop mengelola gaji bulanan biar nggak cepat habis, info http://bit.ly/PMM0318 dan cara kaya dengan reksa dana, info http://bit.ly/WRD0318.

Siap-siap juga awal bulanan ramadan ada kelas Perencanaan Keuangan Syariah juga, info http://bit.ly/IFP0518, kelasnya hanya setahun sekali lho di bulan ramadan saja.

Sementara untuk ilmu yang lengkap, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning di sini http://bit.ly/BFP0418.

Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami "Seputar Keuangan" atau klik t.me/seputarkeuangan.

Terakhir, Ada dua cara unutk mengetasi hal ini, tambah pendapatan Anda, atau kurangi pengeluaran Anda. Menambah pendapatan bisa dengan kerja lembur, mencari penghasilan tambahan seperti mengajar atau bisnis online.

Sedangkan mengurangi pengeluaran bisa dengan dua cara, yaitu menghapus jenis pengeluaran yang tidak wajib (misal berlangganan tv kabel) atau mengurangi jumlah pengeluaran untuk beberapa jenis pengeluaran rutin Anda (mengurangi frekuensi jalan-jalan bersama keluarga).

Dengan mengatur pengeluaran Anda, semoga Anda tidak lagi kebingungan di awal bulan. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed