Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 04 Mei 2018 07:12 WIB

Biayai Sekolah Anak, Yuk Intip Investasi Apa yang Tepat

Baratadewa Sakti P - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Kehadiran anak bukan hanya sebagai aset masa depan orang tua dan keluarga saja, anak juga aset masa depan bangsa, ia adalah tumpuan harapan kita. Masa depan bangsa ini ada di tangannya.

Oleh karena itu saat anak bertumbuh, orang tua wajib memberikan perlindungan dan perawatan termasuk memberikan pendidikan yang baik, sehingga saat anak-anak beranjak dewasa dengan sempurna dan dapat diandalkan. Namun demikian, karena biaya sekolah semakin tahun makin mahal, membuat para orang tua harus berpikir cerdas dan cermat untuk menyikapinya.

Sebab hingga kini, biaya pendidikan menjadi salah satu pos pengeluaran yang tidak dapat terhindar oleh pengaruh inflasi atau kenaikan harga barang dan jasa. Oleh karena itu, anggaran pendidikan sangat bijak untuk disiapkan sedini mungkin.

Untuk menyiapkan dana pendidikan, perlu menabung dengan konsisten selama jangka waktu yang diperlukan. Sekali lagi mulailah sesegera mungkin, jangan menundanya minggu depan, bulan depan, apalagi tahun depan. Memulai lebih awal memberikan keuntungan dari besarnya dana yang harus disisihkan tiap bulannya untuk mencapai total dana yang diinginkan. Sebab semakin lama Anda menunda menabung, akan semakin besar uang yang harus anda siapkan.

Perencanaan dana untuk sekolah idealnya dilakukan hingga anak masuk ke perguruan tinggi. Tentunya, dengan mempertimbangkan pula apakah kelak anak akan kuliah di perguruan tinggi negeri, swasta, atau bahkan di luar negeri. Perhitungkan pula bila memilih jurusan eksakta, terutama teknik atau kedokteran, karena biayanya lebih mahal dibandingkan jurusan sosial ataupun humaniora.

Selain orang tua dituntut untuk dapat menghitung asumsi kebutuhan dana pendidikan anak di setiap jenjang sekolahnya, yang tidak kalah penting adalah pemilihan instrumen keuangan sebagai sarana yang dipilih agar hasil proses menabungnya sesuai atau mendekati dengan asumsi hitungan awalnya. Yuk kita cek ricek ulasannya berikut ini:


Asuransi Pendidikan

Asuransi pendidikan adalah produk asuransi yang memiliki unsur tabungan dengan imbal hasil cenderung tetap dikarenakan memiliki risiko investasi rendah. Imbal hasil produk ini biasanya ada pada rentang 5-7% per tahunnya.

Selain itu karena produk ini dijual oleh perusahaan asuransi, maka bila terjadi risiko meninggal atau cacat tetap total pada orang tua, uang pertanggungan akan diberikan dan kewajiban membayarnya stop, namun manfaat tahapan dana pendidikan tetap di peroleh hingga usai. Apabila tidak terjadi risiko maka pemegang polis akan menerima sejumlah tahapan dana pendidikan hingga masa sekolah usai.

Tabungan Pendidikan

Tabungan pendidikan adalah program tabungan yang dikelola oleh bank dengan memberikan perlindungan asuransi di dalamnya. Dana nasabah akan dikelola dalam sistem tabungan dan deposito, sehingga memberikan hasil lebih tinggi daripada tabungan biasa.

Imbal hasil produk ini biasanya ada pada rentang 4-5% per tahunnya. Lalu, karena produk ini adalah produk perbankan, maka proteksi asuransi yang menjadi tambahan fasilitas produk ini tidaklah selengkap atau sebanyak produk asuransi pendidikan.

Unit Link

Unit link adalah produk perusahaan asuransi jiwa yang mengawinkan fungsi proteksi dan investasi. Dalam unit link, uang nasabah akan secara otomatis masuk dalam tiga keranjang, yaitu investasi, proteksi dan biaya pengelolaan.

Biaya pengelolaan adalah biaya yang diperlukan oleh perusahaan asuransi untuk memberikan pelayanan premium kepada nasabah unit link. Biasanya, bea pengelolaan/akuisisi yang cukup besar inilah yang sering menjadi masalah di kemudian hari ketika nasabah tidak mendapatkan informasi yang lengkap saat akan melakukan akad di awal perjanjian.

Hal ini disebabkan bahwa biaya pengelolaan yang sangat besar pada dua tahun awal kepesertaan yang seringkali menguras habis dana investasi nasabah sedangkan nasabah tidak mengetahui hal-hal penting tersebut sebelumnya.

Selanjutnya, iuran proteksi yang digunakan untuk melindungi sesama peserta dari sejumlah risiko, misalnya, meninggal dunia, cacat tetap dan sakit. Jika pencari nafkah utama sakit, cacat atau meninggal dunia, maka investasi akan terhenti . Anak-anak terancam tidak bisa sekolah, istri atau suami kemungkinan tidak bisa pensiun dengan layak. Oleh karena itu, perlu proteksi supaya investasi bisa terus berjalan meskipun pencari nafkah utama mengalami musibah.

Kemudian ada investasi yang diperlukan untuk mencapai tujuan keuangan, misalnya dana pendidikan dan dana pensiun. Tanpa investasi, tujuan keuangan sulit dicapai, karena mengandalkan tabungan yang imbal hasilnya rendah tentu tidak akan dapat mengejar kenaikkan harga (inflasi).

Dengan membeli produk unit link, nasabah bisa mendapatkan pilihan proteksi yang lengkap berbalut investasi sekaligus, tidak perlu repot - repot lagi, semuanya satu paket. Namun demikian, nasabah harus mengetahui pula bahwa imbal hasil investasi dalam produk unit link sangatlah bervariasi, dari rendah sampai tinggi karena sangat tergantung dengan risiko setiap instrumen investasi yang dipilih.

Ketika pilihan instrumen investasinya berisiko rendah, maka imbal hasilnya pun tidak besar. Begitu pula apabila menginginkan potensi imbal hasil yang tinggi, maka risikonya juga tinggi, karena produk unit link ini sebagai produk yang dijual oleh perusahaan asuransi, maka kecenderungan keunggulannya adalah dominan pada sisi proteksinya yang jauh lebih lengkap dan pelayanan premium untuk para nasabahnya.

Keunggulan lain dari produk ini adalah kemudahan untuk mengajukan pengambilan sisa dana tunai sesuai saldo saat itu baik sebagian maupun seluruhnya meskipun masa menabung belum selesai.

Lalu apa kelemahannya? bea pengelolaan/akuisisi yang cukup besar sering menjadi masalah di kemudian hari ketika nasabah tidak mendapatkan informasi yang lengkap saat akan melakukan akad di awal perjanjian, sehingga peran agen Asuransi menjadi hal yang amat penting untuk meminimalisir terjadinya misunderstanding bagi nasabah di kemudian hari.

Selain itu kelemahan lain dari unit link adalah hasil investasinya yang relatif rendah dibandingkan produk investasi lainya yang sejenis seperti reksa dana. Hal ini mungkin saja terjadi karena biaya-biaya yang dibebankan yang besar. Hasil investasi yang rendah ini akan menyebabkan kemungkinan anda tidak bisa mengumpulkan uang untuk mencapai tujuan keuangan dana pendidikan anak anda. Ini yang banyak tidak diketahui oleh masyarakat. Oleh sebab itu kita bisa beralih ke pilihan investasi lain.


Pembahasan detail ini saya dapatkan dari kelas dan workshop perencana keuangan yang dilaksanakan oleh tim IARFC Indonesia http://ow.ly/NbPy30gC3Dy atau tim AAM & Associates http://ow.ly/pxId30gC3BB. Di Jakarta dibuka workshop rutin bulanan Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan sehari dan Belajar Menjadi Kaya Raya dengan Reksadana.

Sementara, di luar kota, dibuka worshop sehari Mengelola Gaji di SURABAYA info http://bit.ly/PMSUB18 dan Workshop Kaya dengan Reksadana info http://bit.ly/RDSUB18 . Tidak mau kalah dengan Surabaya, ada juga workshop di Bali info http://bit.ly/PMBL518 dan http://bit.ly/RDBL518 serta di Manado info http://bit.ly/PMMD518 dan http://bit.ly/RDMD518 .

Untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning, kelas baru di bulan Juli awal. Siap-siap juga awal bulanan Ramadan ada kelas Perencanaan Keuangan Syariah juga, info http://bit.ly/IFP0518 , kelasnya hanya setahun sekali lho di bulan Ramadan saja. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed