Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 07 Mei 2018 07:40 WIB

Begini Asuransi dan Investasi Pendidikan yang Tepat (2)

Ila Abdulrahman - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Menyambung dari tulisan sebelumnya bahwa banyak kesalahan orang dalam membeli asuransi sebagai produk investasi, terutama untuk mempersiapkan dana pendidikan bagi anak mereka.

Nah dalam tulisan kali ini akan dibahas apa saja produk investasi yang sesuai untuk dana Pendidikan dan bagaimana cara mempersiapkannya. Serta apakah benar asuransi Pendidikan bisa membantu anda mempersiapkan dana Pendidikan?

Apa saja yang bisa yang harus anda lakukan?

Menentukan Profil Risiko Investasi Pribadi
Memahami profil risiko investasi menjadi satu hal yang wajib, agar dapat memilih instrumen invetasi yang sesuai dengan tingkat kesanggupan dalam menerima keuntungan maupun kerugian. Untuk mengetahui profil risiko, apakah karakter investasi Anda konservatif, moderat atau agresif, Anda hanya cukup memilih jawaban dari daftar pertanyaan yag tersedia dalam form isian.

Form isian ini dapat anda peroleh di internet atau diberikan dalam berbagai acara yang digelar oleh IARFC Indonesia yang terlampir dalam form Financial Check up.

Nah, setelah mengetahui karakter profil risiko anda dapat menentukan ke mana berinvestasi, apakah deposito, apakah reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran atau reksa dana saham, atau saham atau properti.

Menghitung Alokasi Investasi yang Harus Dilakukan
Langkah selanjutnya adalah, menghitung alokasi investasi yang harus dilakukan agar target di atas terpenuhi.

Berdasarkan contoh biaya kuliah di atas, untuk memenuhi Rp 685 jutaan, setidaknya butuh investasi sekitar Rp 3 jutaan dengan penempatan rutin secara bulanan untuk 8 tahun pertama, dan jumlah ini akan berkurang dari tahun ke tahun. Untuk penempatan sekaligus di awal butuh sebesar Rp 208 jutaan. Angka tersebut dihitung, sesuai kebutuhan investor karakter profil moderat.

Menghitung Kebutuhan Asuransi Pendidikan yang Harus Dibeli
Berbicara asuransi (jiwa) atau proteksi pendapatan, seharusnya menyediakan sejumlah dana, mulai dari hutang yang masih ada, biaya hidup sehari-hari, investasi pendidikan, investasi lain, dll yang akan diterima oleh ahli waris, untuk melanjutkan kehidupan dan tujuan-tujuan keuangan di atas. Jumlahnya tergantung metode penghitungan yang digunakan, apakah HLV (Human Live Value), IBV (Income Based Value), Sustainable Live value ataukah metode faraidh.

Karena membicarakan Asuransi Pendidikan, maka dianggap bahwa tujuannya hanya menyediakan biaya pendidikan jika sewaktu-waktu pencari nafkah utama terminal atau final atau berpulang.

Berapa asuransi pendidikan yang harus disediakan atau dibeli? Berdasarkan contoh di atas, maka Uang pertanggungan (UP) hanya untuk asuransi pendidikan yang harus dibeli adalah sejumlah total biaya pendidikan dari PAUD hingga lulus Perguruan Tinggi (PT). Silakan dijumlah berapa biaya yang dibutuhkan hingga lulus PT.

Dan cek apakah UP asuransi pendidikan yang Anda miliki setidaknya sejumlah tersebut dan dengan pemegang polis dan peserta adalah pencari nafkah utama? Jika peserta adalah si Anak, maka Anda termasuk 9 dari 10 orang yang salah beli asuransi.

Juga apakah nilai tahapan asuransi pendidikan yang cair setiap jenjang atau setiap tahun kenaikan, sejumlah kebutuhan biaya pendidikan setiap jenjang atau setiap tahun nanti pas saat masuk (Future value)?

Jika tidak maka saatnya anda berkonsultasi kepada Financial Planner RFC Anda, karena bisa jadi Anda mengalami salah Instrumen investasi, bukan salah produk lagi. Ibarat kata dari Jakarta ke Jepang Anda harusnya menggunakan pesawat, Anda menggunakan jalan darat. Nyampe sih, tapi kan buang-buang waktu dan biaya, kecuali memang longgar waktu dan biaya.

Mencari Produk Investasi dan Asuransi yang Sesuai
Produk Investasi di Indonesia untuk jenis reksa dana saja sudah berjumlah ratusan dari berbagai Manager Investasi (MI), belum jenis atau instrumen investasi yang lain, dari sukuk, ORI, dan lainnya.

Padahal Anda hanya akan menggunakan beberapa produk bahkan mungkin hanya 1 produk, tergantung dari jumlah nominal investasi, yang sesuai dengan profil resiko Anda dan harapan atau ekspektasi imbal hasil atau ROI (Return of Investment). Pengetahuan tentang produk ini menjadi sangat penting.

Begitu juga untuk produk asuransi, selain produknya beragam, mulai dari asuransi jiwa berjangka atau Term Life, endowment, whole life dan Unit Link.

Jumlah perusahaan asuransi juga tidak sedikit, membuat Anda harus jeli memilih yang sesuai dengan tujuan asuransi, dengan Uang Pertanggungan (UP) atau santunan ahli waris, yang sesuai kebutuhan dengan premi yang paling murah di antara beberapa produk yang sama dari beberapa perusahaan asuransi yang berbeda.

Setidaknya Anda membandingkan 4 produk yang sama dari 4 perusahaan asuransi yang berbeda, semakin banyak akan semakin bagus.

Ingat juga untuk memilih perusahaan asuransi atau Manager Investasi (MI) sesuai syarat-syarat ; lama berdiri, ketangguhan terhadap masa krisis baik produk maupun perusahaan, jumlah Dana kelolaan, kepemilikan, status di OJK, dll. Jangan sampai niat investasi dan asuransi malah tertipu oleh investasi bodong atau abal-abal.

Membeli 2 Terpisah, Asuransi dan Investasi atau 1 Produk Asuransi Unit Link?
Setelah semua langkah diatas, dan Anda mendapat angka, berapa investasi yang harus dilakukan untuk target biaya pendidikan dan berapa premi yang dibutuhkan untuk UP Dana pendidikan, maka seharusnya Anda dapat menyimpulkan apakah membeli 2 produk terpisah, atau 1 produk.

Jika Premi, beserta nilai tunai dan UP dalam satu produk nominalnya sama dengan dipisah, antara investasi dan asuransi, maka sah-sah saja, beli dalam 1 produk. Namun jika membeli dalam 1 produk unit link preminya lebih besar (umumnya ini yang terjadi) dibanding jika beli terpisah, maka Anda tahu jawabannya, yaitu beli terpisah.

Mengapa beli dalam satu produk umumnya total nominalnya lebih besar jika dibanding beli terpisah, dapat dibaca dalam artikel penulis sebelumnya:

Nah, selamat berasuransi dan berinvestasi pendidikan dengan tepat. Artikel lain dapat dibaca di www.shilafinancial.com.

Atau ikuti kelas dan workshop Perencanaan Keuangan, Investasi dan Asuransi yang dilaksanakan oleh tim IARFC Indonesia https://ow.ly/NbPy30gC3Dy atau tim AAM & Associates http://ow.ly/pxId30gC3BB.

Di Jakarta dibuka workshop Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan sehari info http://bit.ly/PMM0418 dan Belajar Menjadi Kaya Raya dengan Reksa Dana, info http://bit.ly/WRD0418.

Sementara, di luar kota, dibuka worshop sehari Mengelola Gaji di Surabaya info http://bit.ly/PMSUB18 dan Workshop Kaya dengan Reksa Dana info http://bit.ly/RDSUB18. Tidak mau kalah dengan Surabaya, ada juga workshop di Bali info http://bit.ly/PMBL518 dan http://bit.ly/RDBL518 serta di Manado info http://bit.ly/PMMD518 dan http://bit.ly/RDMD518.

Sementara untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning, kelas baru di bulan Juli awal.

Siap-siap juga awal bulanan Ramadan ada kelas Perencanaan Keuangan Syariah juga, info http://bit.ly/IFP0518, kelasnya hanya setahun sekali lho di bulan Ramadan saja.

Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami "Seputar Keuangan" atau klik t.me/seputarkeuangan.

Salam Finansial, semoga bermanfaat!

(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com