Follow detikFinance
Senin, 14 Mei 2018 07:24 WIB

Apa Saja Masalah Keuangan Fresh Graduate?

Prita Hapsari Ghozie - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Menjadi seorang fresh graduate dan pekerja pemula tidaklah mudah, karena merupakan masa transisi bagi seseorang dari kepemilikan uang saku, menjadi gaji.

Sebagian besar orang tua mungkin tidak memberikan uang lagi, karena anaknya kini sudah bekerja dan memiliki penghasilan.

Kalau dulu kebutuhan dana disediakan oleh orang tua, maka sekarang Anda harus belajar sendiri mengatur keuangan agar tidak cepat habis dan mencukupi pengeluaran untuk sebulan.

Nah, agar seorang fresh graduate tidak langsung kehabisan gaji pertamanya, berikut adalah tipsnya:

1. Bedakan pengeluaran yang wajib, butuh, dan ingin
Godaan belanja dan jajan adalah keinginan terbesar fresh graduate. Untuk itu Anda perlu disiplin dalam mengelola keuangan dan dahulukan pengeluaran wajib dan butuh.

Meski anggaran yang sudah disiapkan untuk pengeluaran tertentu sudah habis, tidak tergoda untuk mengambil dari pos lain. Disiplin adalah kunci sukses agar Anda bisa kaya di usia muda.

2. Membuat pos-pos keuangan
Pos-pos keuangan ini sangat penting untuk membantu Anda dalam mengalokasikan dana untuk pengeluaran apapun, agar tidak melebihi anggaran. Besaran anggaran bisa Anda tentukan sendiri, sehingga hal ini juga akan melatih kedisiplinan dan perhitungan yang lebih tepat dalam pengelolaan keuangan. Saran saya, alokasikan 50% untuk biaya hidup, 30% untuk tabungan dan investasi, lalu 20% untuk gaya hidup dan sosial.

3. Dahulukan investasi sebelum gaya hidup
Investasi sangat penting dan mulai dari yang mudah serta terjangkau. Dengan berinvestasi di awal, meski gaji habis, Anda tidak akan merasa bersalah karena penghasilan sudah disisihkan untuk investasi masa depan. Saya sarankan minimal 10% dari gaji harus diinvestasikan. Bagi fresh graduate, salah satu investasi yang menarik adalah reksa dana, saham, dan logam mulia.

4. Dana darurat adalah wajib.
Anda tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi, sehingga penting untuk menyiapkan dana untuk kondisi darurat di luar dari BPJS atau asuransi. Penghasilan mungkin bisa terhenti, namun pengeluaran tentu akan terus terjadi.

Oleh sebab itu, penting sekali untuk memiliki adanya dana darurat ini yang disimpan di tabungan terpisah, agar tidak tercampur dana dari tabungan lain untuk pengeluaran rutin.

Live a beautiful life! (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed