Follow detikFinance
Senin, 18 Jun 2018 11:55 WIB

Kenali Kebiasaan Boros Ini, Apakah Anda Termasuk?

Stanley Christian - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Ketika seseorang sudah merasa bahwa cashflow bulanan nya kurang baik, salah satu cara yang dilakukan adalah menekan pengeluaran atau berhemat. Tujuannya tentu ingin membuat cashflow
menjadi lebih positif setiap bulan nya.

Namun menekan pengeluaran atau berhemat bukanlah sebuah perkara mudah seperti membalikkan telapak tangan begitu saja. Menekan pengeluaran merupakan sebuah proses sehingga menjadi sebuah kebiasaan baru.

Dan untuk menjadi sebuah kebiasaan tentu perlu waktu yang tidak sebentar. Apalagi bila selama ini kita sudah terbiasa dengan anggaran yang besar dan diharuskan untuk menekan pengeluaran tersebut. Maka untuk memulai hal tersebut kita harus mulai mengenali kebiasaan-kebiasaan kita yang kerap kali menjadi pemicu kebiasaan boros.



Berlangganan

Apakah anda termasuk orang yang masih berlangganan Koran harian? Hmm agak aneh memang bila di zaman serba teknologi seperti saat ini masih ada yang berlangganan Koran harian.

Mungkin hampir dipastikan Koran tersebut tidak dibaca setiap hari, namun hanya sesekali saja, ditambah Anda lebih sering membaca berita via media sosial atau melalui media online terkait, lebih praktis bukan. Apakah Anda berlangganan tv kabel? Apakah Anda menontonnya setiap hari? Tentu tidak kan. besar kemungkinan Anda hanya memiliki waktu di weekend untuk menonton karena keseharian Anda bekerja.

Lalu untuk siapa TV kabel tersebut setiap harinya? Ditambah lagi Anda memiliki telepon rumah dan internet. Bila dalam keseharian tidak ada yang menggunakan, lalu untuk apa Anda
memasang segala fasilitas tersebut? Nominal untuk berlangganan ini itu tidaklah kecil bisa mencapai nominal jutaan bila anda mengikuti program yang paling lengkap namun toh tidak anda gunakan juga dalam keseharian.

Ini bisa menjadi bahan pertimbangan kembali, bagi anda yang masih berlangganan Koran, TV kabel, telepon rumah, dan internet namun tidak anda gunakan dengan maksimal.

YOLO (You Only Live Once)

Apakah anda familiar dengan istilah di atas? YOLO atau you only live once, sebuah slogan yang digunakan para Milenials dalam menjalani kehidupan karena beranggapan hidup hanya sekali, maka harus dinikmati.

Gaya hidup seperti ini memiliki kecenderungan yang konsumtif dan mengutamakan pengeluaran untuk kegiatan yang sifatnya leisure. Contohnya travelling, experienced buying, menonton konser, hingga menonton film di bioskop. YOLO tidak hanya menghinggapi Milenials Indonesia, namun juga Amerika Serikat, Inggris hingga China.

Sebuah penelitian yang dilakukan Airbnb, perusahaan jaringan pasar daring dan penginapan rumahan asal Amerika Serikat (2016) menyebutkan melancong menjadi hal penting bagi para milenial, khususnya di Cina. Dari 1.000 responden berumur 18 sampai 35 tahun, sebanyak 47 persen orang asal Inggris memprioritaskan melancong dibandingkan membeli rumah atau mobil juga membayar utang.

Di Amerika Serikat, 55 persen responden lebih memilih menggunakan uangnya untuk pelesir. Cina menduduki peringkat paling tinggi, yakni sebanyak 71 persen orang yang mengakui aktivitas pelesir sebagai tujuan hidupnya. Wow luar biasa bukan?

Belum berhenti sampai disitu saja faktanya, karena ada penelitian yang menunjukkan bahwa keinginan para milenials untuk travelling tidak berbanding lurus dengan kondisi keuangan mereka.

Penelitian yang berjudul Employee Financial Wellness Survey tahun 2017 yang diterbitkan PwC, lembaga akuntansi di London, memaparkan sejumlah persoalan keuangan 1.600 pekerja penuh Amerika, termasuk di dalamnya generasi milenials. Kekhawatiran seperti tidak punya tabungan untuk membayar keperluan tidak terduga, tidak bisa pensiun sesuai waktu yang diinginkan, tidak bisa memenuhi biaya hidup per bulan, diberhentikan dari pekerjaan, tidak bisa membayar utang, kehilangan rumah, dan tidak bisa membayar biaya kuliah membayangi pekerja milenials.

Kebayang kan ketika anda tidak bisa bayar kuliah sementara utang bertumpuk harus dicicil? Itu sebabnya penting untuk bisa menguasai cara mengelola keuangan dan investasi.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed