Follow detikFinance
Kamis, 20 Sep 2018 06:51 WIB

The Power of Recehan (2)

Ila Abdulrahman - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Seberapa sering anda atau anda melihat orang sedang berjalan dan mendiamkan uang logam Rp 100 di jalanan? Mengapa demikian? Karena uang tersebut dianggap uang kecil.

Nah, ternyata banyak orang menyia-nyiakan uang pecahan kecil atau sering disebut dengan "receh." Padahal tidak ada uang senilai Rp 1 miliar bila angkanya kurang Rp 100 saja. So, kalau begitu seberapa berartinya kah uang receh tersebut? Akan kita bahas di tulisan lanjutan ini.

RECEHANMU UANG BELANJA SEHARI KLIENKU
Sebagai financial planner, menghadapi klien dengan berbagai besaran pendapatan. Dari yang M-M-an, hingga yang di bawah satu juta per bulannya.

Salah satu yang paling menantang adalah menghadapi klien dengan anggaran uang bulanan Rp 50 ribu/minggu atau Rp 7 ribuan per hari di tahun 2013, untuk satu keluarga, yang terdiri dari pasangan suami istri dan 2 orang anak, untuk kebutuhan infaq, cicilan baju, uang saku sekolah, dan uang makan keluarga.

Dengan inflasi 12% saat ini setara dengan Rp 12 ribuan per hari. Kebayang kan bisa dapat apa jika kita yang belanja? Dua gelas starling, Starb*** keliling, alias kopi instan seduh dalam gelas plastik, yang banyak dijual abang-abang di sekitaran Monas.

Ahh, mana kalian tahu starling, ya kan? Ternyata Rp 7 ribu adalah sumber kehidupan untuk 1 keluarga inti. Its the power of recehan!

BENDA KOLEKSI
Benda koleksi dapat menjadi benda investasi bernilai tinggi. Termasuk uang pecahan kecil tersebut, jika disimpan maka akan menjadi bernilai tinggi di masa mendatang, menjadi barang klasik atau benda antik akibat kelangkaannya.

MENGUMPULKAN UANG KECIL SARANA MENABUNG DAN INVESTASI UNTUK TUJUAN KEUANGAN TANPA SADAR
Tabungan tidak melulu berbentuk rekening di bank, simpanan dalam bentuk emas, reksa dana ataupun saham. Namun Tabungan dapat dimulai dari recehan yang kita anggap kecil, remeh temeh tak berguna.

Dari recehan bisa berubah menjadi tabungan di bank, emas, reksa dana atau saham. Tentunya kita semua familiar dengan peribahasa: sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit."

Nah dari recehan yang dikumpulkan, dari nilai ratusan rupiah lama-lama menjadi ratusan ribu, selanjutnya tinggal disetorin ke bank, dibelikan reksa dana atau saham. Ingat investasi reksa dana atau saham bisa mulai dari Rp 100 ribuan. Bayangkan jika sehari ada recehan Rp 2.000 saja, bisa dimanfaatkan sebagai dana darurat. Jangka 2 atau 3 tahun bisa untuk membeli kambing kurban.

MENGHINDARI KEBOCORAN DANA
Harga-harga di supermarket seringkali tidak bulat,jika pembayaran yang kita lakukan dengan gesek kartu, baik debit ataupun kartu kredit, akan dibayar sesuai jumlah nominal pecahan yang tidak genap itu.

Namun jika membayar tunai, ada 2 kemungkinan, pembulatan baik ke atas atau ke bawah, atau kita diminta belanja lagi agar jumlahnya genap. Bocor dan menjadi boros kan?

Misalnya belanja habis Rp 17.750 maka jika menggunakan debit atau kredit, akan didebet sejumlah nominal di atas, jika membayar tunai akan menjadi Rp 17.700 atau menjadi Rp 18.000 sisanya ditawarkan untuk didonasikan atau kita diminta belanja lagi sehingga jumlahnya total Rp 20 ribu.

SARANA MENGAJARKAN ANAK-ANAK MENABUNG
Uang recehan bisa dimanfaatkan untuk mengajarkan anak-anak kebiasaan menabung. Beri contoh dan ajak anak untuk memasukkan uang recehan ke dalam celengan, dengan begitu, anak-anak mengenal menyimpan uang, menghargai hal kecil dan memiliki kebiasaan keuangan yang baik sejak dini. Belikan celengan dengan bentuk-bentuk yang lucu yang disukai anak-anak.

Kita juga dapat mengajak membongkar celengan secara periodik, lalu mengajaknya untuk membuka tabungan di bank. Namun perlu diperhatikan beban biaya, pilih tabungan yang tanpa biaya, yang dikhususkan untuk anak-anak atau pelajar.

Itu beberapa kekuatan uang receh, selain manfaat diluar bidang keuangan, seperti untuk meredakan sakit melalui "kerokan", sarana bermain tebak-tebakan, pengganti suit (gunting, batu, kertas) dengan lempar koin atau lainnya seperti untuk menyerap panas dari notebook, agar tidak cepat rusak.


Ternyata banyak ya kegunaan uang receh. Nah anda juga bisa belajar cara mencari "uang receh" dari keuangan anda sehari-hari dan bagaimana cara mengelola uang receh tersebut dengan mengikuti kelas atau workshop yang dilaksanakan oleh tim IARFC Indonesia atau tim AAM & Associates.

Di Jakarta dibuka workshop sehari tentang bagaimana cara Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan dan Belajar dan Teknik Menjadi Kaya Raya dan juga workshop sehari tentang Reksadana. Ada juga workshop khusus tentang Asuransi membahas Keuntungan dan Kerugian dari Unitlink yang sudah anda beli.

Karena banyak permintaan, dibuka lagi workshop Komunikasi yang memukau lawan bicara anda (menghipnotis), cocok untuk anda orang sales & marketing, untuk komunikasi ke pasangan, anak, boss, anak buah, ke siapapun, info.

Untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning dan workshop Intermediate dan Advance Financial Planning di Pertengahan Info lainnya bisa dilihat di www.IARFCIndonesia.com (jangan lupa tanyakan DISKON paket)

Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami "Seputar Keuangan" atau klik di sini.

Nah, sangat berharga bukan? Ingat tidak ada uang besar tanpa uang kecil, bahkan Rp 1 jutapun nggak akan menjadi Rp 1 juta jika tidak ada Rp 100. Hargai yang kecil untuk hasil yang besar. Semoga bermanfaat dan salam finansial!


Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed