Follow detikFinance
Sabtu, 13 Okt 2018 08:12 WIB

Mau Cepat Kaya? Tidak ada yang Instan Bro (1)

Stanley Christian - Aidil Akbar Madjid & Partner - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Belum lama ini kita semua menyaksikan sebuah film berjudul 'Crazy Rich Asians' merupakan adaptasi dari novel berjudul sama yang digarap oleh seorang penulis asal Amerika Serikat berdarah Singapura bernama Kevin Kwan.

Novel tersebut telah dirilis pada tahun 2013 lalu. Film tersebut sukses luar biasa, merajai Box Office, termasuk juga di Indonesia. Orang Indonesia selalu dipenuhi dengan kreativitas yang luar biasa, maka dalam sekejap setelah menonton film tersebut, muncul meme/ jokes mengenai #CrazyRichSurabayan yang menunjukkan bahwa orang-orang Surabaya juga tak kalah kaya raya seperti pada film 'Crazy Rich Asians'.

Dalam film tersebut diceritakan bahwa tokoh utama pria berasal dari keluarga yang kaya raya dan perlu digarisbawahi bahwa diceritakan pula kekayaannya merupakan perjuangan dari kakek dan neneknya dalam membangun bisnis.

Tidak ada yang instant dalam proses tersebut. Ya dalam mencapai kekayaan tidak ada yang instant, semua perlu proses. Yang bisa kita lakukan adalah mempercepat proses tersebut Selagi orang-orang di sekeliling anda masih berleha-leha. Yuk intip beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mencapai kekayaan yang anda inginkan.

Disiplin terhadap anggaran yang sudah dibuat
Hal pertama kali yang bisa anda lakukan dalam mempercepat mencapai kekayaan yang hakiki adalah disiplin terhadap anggaran yang sudah anda buat. Bila belum memiliki anggaran, mulailah bersegera untuk memiliki anggaran dalam keuangan anda.

Tujuannya adalah untuk mempermudah dalam men-tracking pengeluaran anda. Dengan membuat anggaran serta pos-pos keuangan sedari awal, anda seharusnya lebih mudah dalam mengendalikan pengeluaran.

Men-tracking pengeluaran dapat menjadi solusi jitu dalam mengenali kelemahan anda dalam mengelola keuangan karena umumnya ada kebocoran yang kerap terjadi di setip bulannya. Maka dari itu anda sangat dituntut untuk lebih disiplin terhadap anggaran yang anda buat sendiri.

Kita harus mampu mengendalikan 'ingin' kita, jangan sampai kita yang dikendalikan oleh rasa 'ingin'.

Menerapkan Kebutuhan hidup bulanan 50% saja.
Bila setiap bulan masih terjadi kebocoran keuangan, anda perlu memperbaiki metode mengelola keuangan dengan metode klasik yang sederhana yaitu metode 50:20:30. Metode ini bisa dipraktekan oleh siapapun dengan latar belakang apapun. Seperti apa metode tersebut, berikut penjelasannya.

Sebanyak 50% untuk kebutuhan pokok, Setelah menerima gaji bulanan, sesegera mungkin pisahkan 50% pertama untuk kebutuhan hidup anda. Kebutuhan hidup yang benar-benar pokok, mulai dari makan, transportasi, hingga kebutuhan kamar mandi.

Harus diingat, bagian 50% pertama ini adalah untuk kebutuhan primer, bukan untuk jajan, belanja-belanja yang belum perlu atau lainnya.

Sebanyak 20% untuk Tabungan. Seperti kata orang tua kita, "Nabung, nabung, dan nabung!". Ya inilah saatnya ketika anda menerima gaji dan mulai memisahkan 50% untuk kebutuhan primer, saatnya anda mulai masukan ke dalam pos tabungan.

Jadikan kebiasaan ini sebagai bagian dari gaya hidup, sehingga anda dengan mudah terbiasa mengeluarkan tidak hanya untuk belanja, tapi masuk ke dalam tabungan khusus. Maksud dari tabungan khusus adalah terpisah dari rekening untuk gajian dan belanja.

Sebaiknya anda mulai membuat tabungan khusus untuk tabungan, agar tidak mudah diganggu oleh keperluan lainnya.

Sebanyak 30% untuk 'your time'. Ingin memiliki keuangan yang baik, bukan berarti anda harus berhemat dan tidak bisa menggunakan uang dari hasil jerih payahmu untuk bersenang-senang. Alokasikan dari gaji setiap bulan sebesar 30% untuk anda bisa menikmati, seperti menjalankan hobi, ke coffe shop, nonton bioskop, wisata kuliner dll.

Satu hal yang perlu anda ingat, tetap untuk disiplin soal budget bersenang-senang tersebut. Ingat, tetapkan 30% saja ya! Baiknya jangan lebih dari itu!

Jadilah pribadi yang tidak hanya pintar mencari uang, tapi cerdas dalam mengelola keuangan, karena sudah sangat banyak orang-orang yang pintar mencari uang, namun hanya sedikit yang bisa mengelola keuangan dengan baik, termasuk mengontrol pengeluaran.


Dengan demikian, anda bekerja tidaklah sia-sia, karena anda memiliki pos-pos keuangan yang baik. Mengelola uang sendiri ada seninya dan bisa anda pelajari di kelas dan workshop yang dilaksanakan oleh tim IARFC Indonesia atau tim AAM & Associates.

Di Jakarta dibuka workshop sehari tentang bagaimana cara Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan dan Belajar dan Teknik Menjadi Kaya Raya dan juga workshop sehari tentang Reksadana. Ada juga workshop khusus tentang Asuransi membahas Keuntungan dan Kerugian dari Unitlink yang sudah anda beli.

Karena banyak permintaan, dibuka lagi workshop Komunikasi yang memukau lawan bicara anda (menghipnotis), cocok untuk anda orang sales & marketing, untuk komunikasi ke pasangan, anak, boss, anak buah, ke siapapun, info.

Untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning dan workshop Intermediate dan Advance Financial Planning di Pertengahan Info lainnya bisa dilihat di www.IARFCIndonesia.com (jangan lupa tanyakan DISKON paket)

Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami "Seputar Keuangan" atau klik di sini.


Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed