Follow detikFinance
Selasa, 16 Okt 2018 06:57 WIB

Cara Hemat Belanja Rp 100.000 Bisa Menang Banyak (1)

Marviarum Eka Ramdiati - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Beberapa saat lalu di media sosial terjadi perdebatan bahwa dengan Rp 100.000 saat ini masih bisa belanja dengan banyak item di pasar. Ada yang setuju tetapi ada juga yang tidak sesuai fakta di lapangan sehingga memprotes pernyataan tersebut.

Tidak dipungkiri memang biaya hidup semakin hari semakin meningkat. Masalah ini pun kemudian dikaitkan dengan isu politik, mengingat tahun 2019 akan terselenggara pemilu.

Siapa pun presidennya, Laju inflasi sangat sulit dihindari. Inflasi merupakan kecendrungan naiknya harga-harga secara umum, baik barang maupun jasa secara terus menerus. Sehingga 'seolah-oleh' nilai uang yang kita miliki mengalami penurunan.

Contohnya dahulu kita masih bisa membeli semangkok bakso seharga Rp 5.000, saat ini dengan nilai tersebut sudah tidak bisa karena harga semangkok bakso minimal Rp 10.000 bahkan lebih. Menurut data Bank Indonesia, di bulan September 2018 tingkat inflasi mencapai 2,88 %.

Mungkin tidak begitu masalah bagi sebagian pihak yang selalu mengalami peningkatan income atau pendapatan. Tapi bagaimana dengan kalangan yang tidak mengalami peningkatan karena tidak hanya biaya hidup yang meningkat, kebutuhan hidup pun semakin banyak, sehingga harus pintar-pintar mengatur pendapatan untuk mencukupi semua kebutuhan hidup.

Uang sebesar Rp 100.000 sampai saat ini masih menjadi pecahan paling besar untuk mata uang rupiah. Semakin hari karena faktor inflasi seolah nilai Rp 100.000 semakin terasa kecil. Jangan sampai nilai sebesar itu Anda habiskan sia-sia dan mengorbankan kebutuhan keuangan Anda di masa depan.

Untuk itu banyak yang bisa dilakukan untuk menghemat dana Anda minimal sebesar Rp 100.000. Sebelum saya mengupas lebih detail alternatif cara yang bisa dilakukan ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Membuat catatan pengeluaran
Tujuan membuat catatan keuangan adalah agar dapat mengetahui untuk apa saja dana yang Anda miliki dihabiskan. Apakah uang tersebut tepat guna untuk membayar biaya yang benar-benar menjadi kebutuhan seperti transportasi, makan, dan listrik.

Atau ternyata sebagian besar dana yang dimiliki habis untuk hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu penting seperti membeli cemilan atau aksesoris yang tidak diperlukan.

Prioritaskan kebutuhan daripada keinginan
Dari daftar catatan keuangan yang dibuat, perhatikan sekali lagi pengeluaran Anda. Pisahkan mana pengeluaran yang merupakan kebutuhan dan keinginan. Jika masih belum bisa membedakan kebutuhan merupakan suatu hal yang wajib atau pokok dipenuhi seperti makan, sedangkan keinginan berkaitan dengan gaya hidup.

Makan bisa dilakukan dengan lauk apa saja dan dimana saja. Pilihan tersebut merupakan keinginan. Keinginan makan masakan di rumah jauh lebih kecil biayanya dibandingkan dengan keinginan untuk makan di restoran.

Seperti apa gaya hidup Anda?
Beda zaman, beda prilaku dan beda gaya hidup. Seperti yang diuraikan di atas gaya hidup merupakan keinginan. Saat ini dengan adanya kecanggihan teknologi muncullah media sosial. Dan dengan mudahnya dapat menginformasikan ke publik terkait hal pribadi.

Tanpa disadari sebagian kalangan menjadikan hal ini sebagai ajang pamer sehingga sulit sekali untuk bisa mengerem keinginan. Untuk mulai berhemat, Anda perlahan-lahan juga harus bisa merubah gaya hidup yang berlebihan dan tidak terpengaruh dengan godaan-godaan luar.

Mengatur dan mengerem gaya hidup itu tidak bisa dilakukan secara spontan saja karena biasanya sudah menjadi kebiasaan. Nah kebiasaan yang baik itu harus diajarkan atau dilatih.


Untuk detil caranya anda bisa belajar tentang cara mengelola keuangan di workshop yang dilaksanakan oleh tim IARFC Indonesia atau tim AAM & Associates.

Di Jakarta dibuka workshop sehari tentang bagaimana cara Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan dan Belajar dan Teknik Menjadi Kaya Raya dan juga workshop sehari tentang Reksadana.

Karena banyak permintaan setelah sukses kelas pertama dua bulan lalu maka bulan Oktober akan diadakan lagi kelas Kiat Sukses Berbisnis Property Sewaan. Selain itu akan dibuka kelas perdana yang seru dan controversial dan pertama di Indonesia, namanya Divorce Planning alias Perceraian.

Untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning dan workshop Intermediate dan Advance Financial Planning di Pertengahan Info lainnya bisa dilihat di www.IARFCIndonesia.com (jangan lupa tanyakan DISKON paket).

Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami "Seputar Keuangan" atau klik di sini.

Lalu bagaimana caranya berhemat? Akan dibahas lebih detil di artikel-artikel berikutnya. Ikuti terus yaaa.


Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed