Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 14 Des 2018 06:54 WIB

Meniru Cara Hemat ala Orang Jepang (2)

Stanley Christian - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Masih membahas tentang bagaimana cara orang Jepang hidup yang ternyata secara langsung atau tidak langsung berdampak terhadap keuangan mereka yang bisa membuat mereka hidup lebih hemat.

Ruang Keluarga Cukup Diisi Kursi dan Meja
Ruang yang lega menjadi salah satu tujuan yang ingin dicapai oleh orang Jepang dari gaya hidup modern yang ingin mereka terapkan. Hal ini terlihat bila kita masuk ke dalam rumah orang-orang Jepang, anda cuma melihat meja dan kursi.

Karena menurut mereka, dengan minimnya barang-barang yang dimiliki, hal tersebut bisa menghemat waktu mereka buat bersih-bersih. Masyarakat Jepang sangat ketat soal waktu, maka hal ini penting bagi mereka.

Jelas waktu yang mereka punya menjadi lebih banyak. Mereka bisa kumpul sama teman-teman atau mengisi waktu dengan bekerja sampingan dan menjadi sumber penghasilan tambahan.

Belum lagi kalau kita melihat dari harga furniture saat ini yang terbilang tidaklah murah. Kita bisa ambil contoh beberapa brand furniture yang berasal dari negara skandinavia dan teman-teman bisa melihat sendiri harganya.

Maka bila kita menerapkan gaya hidup yang minimalis untuk mengisi rumah kita, tentu akan menjadi sebuah penghematan yang luar biasa bukan.

Pakaian Secukupnya untuk Kerja dan Sehari-hari
Masyarakat Jepang sudah terbiasa memiliki jumlah pakaian yang secukupnya. Sungguh bertolak belakang dengan kebanyakan orang Indonesia yang mudah tergoda dengan diskon yang selalu tersebar di mall-mall.

Mungkin masyarakat kita kalau punya pakaian yang itu itu saja pasti sudah jadi bahan omongan, di sini sangat jelas perbedaan gaya hidup kita dan orang Jepang. Mereka cukup punya pakaian yang dipakai untuk kerja dan aktivitas sehari-hari.

Pakaiannya yang dipakai ya hanya itu-itu saja. Tidak hanya orang jepang, kita juga melihat tokoh besar dunia seperti Bill Gates pemilik atau bos dari Microsoft pun melakukan hal yang sama. Bahkan Mark Zuckerberg, owner dari Facebook sering hanya mengenakan kaos abu polos hampir di setiap kesempatan.

Tapi jangan dikira mereka tidak ganti-ganti lho ya. Mereka membeli pakaian yang sama, tapi dengan jumlah yang secukupnya. Bila kita menerapkan gaya hidup modern seperti yang satu ini, seharusnya kita bisa menghemat banyak uang dan tentu bisa dialokasikan untuk tujuan keuangan yang lain.

Peralatan Mandi Sekadarnya
Prinsip masyarakat jepang adalah minimalis dan sederhana. Intinya, apakah barang ini perlu atau apakah butuh barang itu? Pertanyaan-pertanyaan kayak seperti itu yang membuat orang-orang Jepang punya sedikit barang.

Semisal jika masih bisa menaruh sikat gigi di pinggiran wastafel, mengapa perlu membeli kotak sikat gigi yang biasanya kita beli bukan karena butuh tapi karena lucu bentuknya dan modelnya. Maka kita bisa melihat sendiri bahwa orang jepang hanya membeli sedikit barang yang esensial, itulah sebabnya mereka punya lebih banyak uang untuk ditabung.

Terlepas dari adanya pengaruh ajaran Zen yang sudah melekat bagi masyarakat jepang, ada alasan lain mengapa gaya hidup orang-orang Jepang seperti ini, yaitu karena kehidupan masa kini yang sudah begitu modern.

Seperti pesatnya perkembangan teknologi yang membuat kita dibanjiri oleh banyaknya informasi bahkan iklan yang mengarah ke arah konsumtif. Tentu hal ini berdampak pada pengeluaran anda yang tidak terkontrol dan bisa jadi anda menyadari ketika 'kok tanggal segini uda abis ya gajian kemarin' dan masih banyak lagi gerutuan anda.

Karena itu, kita bisa belajar dari orang-orang Jepang yang punya gaya hidup modern tapi juga hemat seperti di atas.


Atau sekalian belajar tentang keuangan dan investasi lewat workshop yang dilaksanakan oleh tim IARFC Indonesia atau tim AAM & Associates.

Di Jakarta dibuka workshop sehari tentang bagaimana cara Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan dan Belajar dan Teknik Menjadi Kaya Raya dan juga workshop sehari tentang Reksadana. Ada juga workshop khusus tentang Asuransi membahas Keuntungan dan Kerugian dari Unitlink yang sudah anda beli.

Karena banyak permintaan, dibuka lagi workshop Komunikasi yang memukau lawan bicara anda (menghipnotis), cocok untuk anda orang sales & marketing, untuk komunikasi ke pasangan, anak, boss, anak buah, ke siapapun, info.

Untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning dan workshop Intermediate dan Advance Financial Planning di Pertengahan Info lainnya bisa dilihat di www.IARFCIndonesia.com (jangan lupa tanyakan DISKON paket)

Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami "Seputar Keuangan" atau klik di sini.

Selamat mencoba dan Happy Planning.

(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed