Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 07 Feb 2019 07:22 WIB

'Kutukan' Akhir Bulan Duit Cekak? Ini Penyebabnya (2)

Ruly Rahadianto - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Menyambung dari artikel sebelumya tentang penambahan penghasilan, biasanya yang sudah kelelahan akan mulai mencari siapa yang salah. Suami menyalahkan istri, istri menyalahkan mertua, anak menyalahkan orang tua, mertua menyalahkan menantu, semua saling menyalahkan tapi tetap tidak mengubah keadaan.

Karena terlalu sibuk mencari siapa yang harus disalahkan akhirnya tidak menemukan apa yang sesungguhnya terjadi. Mengapa sampai itu terjadi? Di mana yang perlu diperbaiki? Kapan harus memperbaikinya dan bagaimana caranya?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, mari berkenalan dengan dua faktor. Faktor yang pertama adalah inflasi dan yang kedua adalah hukum Parkinson dalam keuangan.

Namun dalam tulisan ini kita tidak akan membahas lebih dalam tentang inflasi. Karena saya yakin kebanyakan anda sudah kenal, paham, dan akrab dengan faktor pertama ini. Bahkan pasti anda sudah sering merasakan setiap tahun harga-harga naik atau nilai uang kita semakin turun bukan?

Lalu bagaimana dengan hukum Parkinson dalam keuangan? Mungkin anda sudah pernah tahu hukum ini sebelumnya. Tapi kalau belum, mari saya beri gambaran singkat seperti berikut ini.

Kemampuan kita mendapatkan uang bisa diibaratkan seperti ruangan, sementara pengeluaran-pengeluaran kita seperti volume gas di dalam ruangan itu. Karena gas menekan ke segala arah maka gas akan mengikuti berapapun besarnya ruangan yang tersedia. Selama masih ada ruangan maka gas akan segera memenuhi ruangan itu.

Namun sebaliknya juga bisa terjadi. Jika ruangan itu kita persempit maka volume gas akan mengikuti. Sayangnya masalah akan timbul jika sudah terlanjur banyak gas yang masuk. Ketika kita persempit ruangnya saat gas di dalam sudah banyak, maka tekanan gas akan semakin meningkat. Jika terlalu sempit bisa-bisa tekanan gas menyebabkan ledakan.

Sekarang kita bisa memahami kenapa semakin besar pendapatan akan diikuti semakin besar pengeluaran. Karena dalam pikiran bawah sadar kita pengeluaran bertindak seperti gas dalam ruangan.

Ia akan terus mengisi ruang yang kosong. Itulah alasannya mengapa berapapun tingkat pendapatan kita akan hampir selalu dikejar oleh aneka pengeluaran baru. Bahkan tidak jarang pengeluaran melewati ruang pendapatan.

Ini terjadi kalau otak kita menganggap fasilitas utang adalah pendapatan tambahan. Bukan karena tidak bisa matematika. Tapi karena masalah utamanya adalah pikiran dan perasaan, bukan semata hitung-hitungan.

Tenang, ini bukan 100% salah kita kok. Karena program bawah sadar ini hampir dialami semua manusia. Baik yang penghasilannya minimal maupun maksimal. Baik usia awal maupun usia lanjut.

Tentu akan jadi masalah besar jika kita tidak melakukan apapun dan menyerah pada hukum Parkinson ini. Sebagai bukti, ingat kembali situasi-situasi ketika anda mengalami stress akibat keuangan. Mulai dari pengeluaran semakin bertambah. Pengeluaran yang menekan ke segala arah.

Penurunan pendapatan meningkatkan tekanan. Semakin sempit ruang pendapatan semakin rasanya ingin meledak. Berujung menyalahkan pasangan, anak, mertua, orang tua, tetangga, teman, dst. Tapi kalau dipikir-pikir lagi sebenarnya semua berhubungan dengan hukum Parkinson ini bukan?

Itu sebabnya tidak pernah bosan-bosan kami anjurkan agar anda belajar cara mengelola keuangan, gaji dan investasi agar bisa terhindar dari hukum Parkinson ini. Belajar bisa dilakukan sendiri secara gratis dengan membaca artikel atau nonton video.


Akan tetapi kekurangannya anda tidak bisa interaktif alias tanya jawab. Itu sebabnya akan lebih baik bila anda mengikuti workshop yang dilaksanakan oleh tim IARFC Indonesia atau tim AAM & Associates.

Di Jakarta dibuka workshop sehari tentang bagaimana cara Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan dan Belajar dan Teknik Menjadi Kaya Raya dan juga workshop sehari tentang Reksadana. Ada juga workshop khusus tentang Asuransi membahas Keuntungan dan Kerugian dari Unitlink yang sudah anda beli.

Karena banyak permintaan, dibuka lagi workshop Komunikasi yang memukau lawan bicara anda (menghipnotis), cocok untuk anda orang sales & marketing, untuk komunikasi ke pasangan, anak, boss, anak buah, ke siapapun, info.

Untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning dan workshop Intermediate dan Advance Financial Planning di Pertengahan Info lainnya bisa dilihat di www.IARFCIndonesia.com (jangan lupa tanyakan DISKON paket)

Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami "Seputar Keuangan" atau klik di sini.

Kembali ke hukum Parkinson, sebenarnya ada pilihan yang lebih baik daripada diam atau menyerah begitu saja pada hukum Parkinson ini? Akan kita bahas lebih detail lagi di artikel berikutnya.


Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com