Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 09 Feb 2019 19:30 WIB

Lagi Kumpulkan Uang Naik Haji? Baca Dulu Tips Ini

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Jakarta - Pemerintah bersama DPR telah menetapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2019/1440 Hijriah. Ditetapkan jemaah haji akan membayar biaya operasional rata-rata Rp 35.235.602.

Rata-rata biaya operasional Ibadah Haji tidak berbeda dari tahun sebelumnya. Meski tidak naik, tentu harus ada siasat keuangan jika ingin menunaikan rukun Islam yang kelima itu.


Perencana Keuangan dari ZAP Finance Prita Hapsari Ghozie menjelaskan, untuk menyiapkan dana Ibadah Haji yang pertama dilakukan adalah memasukkan biaya Haji dalam porsi perencanaan keuangan. Target pertama adalah mengumpulkan uang untuk membayar biaya pendaftaran nomor kuota Haji.

"Target dana awal Rp 25 juta untuk pendaftaran nomor kuota Haji. Kalau Rp 35 juta kan itu ONH yaitu total biaya," terangnya kepada detikFinance, Sabtu (9/2/2019).

Untuk porsi penyisihan dana Ibadah Haji, Prita menyarankan agar ditempatkan di reksadana jenis pasar uang. Dia menyarankan menyisihkan sekitar 5-10% dari gaji setiap bulannya.

"Lalu jika mendapatkan penghasilan tambahan, segera disisihkan juga," tuturnya.


Prita menyarankan untuk menyisihkan uang di reksadana agar menghindari berutang untuk menutupi biaya pendaftaran awal.

Sementara jika bicara jangka waktu tabungan, dia mengatakan tergantung besaran penghasilan. Jika gaji Rp 3 juta maka sisihkan Rp 300 ribu per bulan, sehingga sekitar 7 tahun kemudian sudah bisa mendaftar.

"Untuk daftar awal sudah bertahun-tahun nominalnya Rp 25 juta kok," ucapnya.

(das/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed