Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 18 Feb 2019 07:10 WIB

'Kutukan' Akhir Bulan Duit Cekak? Ini Penyebabnya (3)

Ruly Rahadianto - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Selalu merasa kekurangan uang di akhir bulan atau bahkan akhir tahun? Lalu anda diam saja karena ada hukum Parkinson? (baca tentang hukum Parkinson di 2 tulisan saya sebelumnya).

Tapi sebenarnya ada pilihan yang lebih baik daripada diam atau menyerah begitu saja pada hukum Parkinson ini. Yaitu kita berusaha memahami lalu mengubahnya semampu kita.

Karena setelah kita mengerti apa dan mengapa itu terjadi tentu lebih mudah menjawab bagaimana cara mengatasinya dan kapan harus melakukannya bukan?

Banyak orang langsung berkesimpulan dengan mudah. Kalau begitu kurangi saja pengeluaran sebanyak-banyaknya sesegera mungkin. Pada mereka mari kita katakan bersama, "sabarlah teman."

Karena walaupun masuk akal secara logika, namun dalam praktiknya tidak semudah itu. Bayangkan anda memiliki balon berisi gas. Ketika anda keluarkan gas dengan cepat dan secara paksa entah dengan pisau, paku, bahkan jarum sekalipun maka anda akan mendapatkan ledakan.

Atau jika anda buka ikatan lubang masuk udaranya lalu anda lepas cepat maka balon anda akan terbang dan hilang. Begitupun keuangan anda. Ketika anda sudah terbiasa dengan standard hidup tertentu maka menghilangkannya secara tiba-tiba akan meledakkan atau menerbangkan setidaknya perasaan anda.

Ada cara yang lebih baik dan lebih mudah. Balon akan lebih mudah kita kempiskan jika kita buka lubang masuk udaranya lalu keluarkan udaranya perlahan-lahan. Udara yang masuk terakhir mungkin akan keluar lebih dahulu.

Begitupun dengan keuangan anda. Perhatikan pengeluaran baru yang masuk terakhir. Apakah anda benar-benar memerlukannya? Jika hal itu tidak ada apakah anda bisa meninggal dunia? Jika jawabannya ya untuk kedua pertanyaan itu maka pertahankan. Tapi jika tidak untuk keduanya anda bisa singkirkan dengan cepat.

Tidak perlu terburu-buru untuk menyingkirkan banyak hal. Biarkan diri anda terbiasa dengan situasi baru. Ketika anda sudah merasa nyaman anda bisa melanjutkan terus pada pengeluaran lainnya hingga akhirnya seluruh pengeluaran anda adalah memang benar-benar hal yang penting untuk anda.

Hal-hal anda butuhkan untuk hidup, berkembang, dan hidup yang lebih berkualitas. Bukan hal-hal yang anda beli hanya untuk menunjukkan status sosial atau karena tidak mau kalah dengan orang lain.

Jadilah dewasa, sudah waktunya anda berhenti melakukan, membeli dan menyimpan hal-hal yang tidak anda sukai. Apalagi jika hanya untuk meraih perhatian dan disukai oleh orang-orang yang memang tidak pernah anda sukai.

Jika anda tidak ingin terjebak pada pola lama maka buat pola baru dalam keuangan anda. Jika dahulu semua pendapatan anda langsung menjadi pengeluaran, maka kini semua pendapatan anda potong dulu di depan untuk tabungan dan investasi, baru sisanya anda gunakan untuk biaya pengeluaran. Dengan begitu Pak Parkinson tidak akan sudi mampir ke otak anda lagi.

Setelah pengeluaran beres, kita bisa fokus pada pendapatan. Karena jika anda hanya fokus pada pengeluaran maka berapapun kelebihan pendapatan anda cepat atau lambat akan dimakan oleh inflasi.

Sumber pendapatan bisa anda dapatkan dari mana saja. Tapi secara garis besar anda bisa mendapatkannya dari usaha anda sendiri (baik itu karyawan, professional, ataupun wirausaha) dan dari investasi (baik itu pada produk dan jasa keuangan, properti atau pada bisnis orang lain yang sudah berjalan).

Setiap jalur memiliki ilmu berbeda dan kurva belajar tersendiri. Maka langkah paling masuk akal untuk mempercepat kualitas pendapatan anda adalah dengan fokus pada apa yang anda kuasai saat ini. Jadilah salah satu yang terbaik dalam bidang yang terbukti menghasilkan dan memang anda sukai.


Sambil tak lupa tetap melakukan investasi. Terutama investasi kepada diri sendiri berupa mengikuti kelas atau workshop perencanaan keuangan dan investasi seperti yang dilaksanakan oleh tim IARFC Indonesia atau tim AAM & Associates.

Di Jakarta dibuka workshop sehari tentang bagaimana cara Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan dan Belajar dan Teknik Menjadi Kaya Raya dan juga workshop sehari tentang Reksadana. Ada juga workshop khusus tentang Asuransi membahas Keuntungan dan Kerugian dari Unitlink yang sudah anda beli.

Karena banyak permintaan, dibuka lagi workshop Komunikasi yang memukau lawan bicara anda (menghipnotis), cocok untuk anda orang sales & marketing, untuk komunikasi ke pasangan, anak, boss, anak buah, ke siapapun, info.

Untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning dan workshop Intermediate dan Advance Financial Planning di Pertengahan Info lainnya bisa dilihat di www.IARFCIndonesia.com (jangan lupa tanyakan DISKON paket)

Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami "Seputar Keuangan" atau klik di sini.

Karena investasi bisa menambah penghasilan anda tanpa menyita banyak waktu. Bahkan andaikan anda benar-benar tidak memiliki cukup waktu, anda tetap masih bisa mempercayakan pada profesional yang memang ahli di bidangnya.

Jangan sampai anda menyesal uang yang anda kumpulkan dengan susah payah menjadi tak berarti karena kalah dengan inflasi. Atau lebih parah lagi anda malah menjadi korban penipuan investasi bodong.

Semua penyesalan bisa terjadi pada anda hanya karena tidak mau belajar dan tidak mau mempercayakan pada ahlinya.


Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed