Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 22 Feb 2019 12:08 WIB

Arisan Investasi atau Bukan? (Bagian 1)

Meydian Eka Rini – Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Foto: Muhammad Ridho Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Bagi setiap orang khususnya kaum hawa arisan adalah sebuah keharusan, alasannya dengan mengikuti arisan bisa menjaga tali silaturahmi dengan teman atau sahabat atau bisa menambah pertemanan baru.

Arisan merupakan aktivitas yang wajar di Indonesia bahkan sebuah keharusan bahkan ada yang bilang bahwa arisan sama dengan menabung. Hmm..apakah benar seperti itu?

Arisan selalu menjadi bumbu dalam pergaulan, sejak bertahun-tahun lalu arisan sudah sangat popular sebagai ajang kumpul-kumpul yang melibatkan setoran uang dari seluruh peserta dengan jumlah yang telah disepakati.

Dan pemenangnya akan diundi secara bergantian untuk mendapatkan uang atau barang yang telah disepakati.

Ketika saya bertanya ke beberapa teman rata-rata semua menjawab dalam setiap bulan pasti ada anggaran untuk arisan, bahkan dalam sebulan bisa mengikuti lebih dari 1 arisan.

Dan rata-rata juga alasan mengikuti arisan adalah sama yaitu sebagai ajang mempererat tali silaturahmi dan cara yang mudah untuk menabung.

Jangka waktu arisan juga bisa disesuaikan dengan kesepakatan bersama, ada yang per bulan, per dua minggu sekali atau seminggu sekali.

Jenis arisan pun bermacam-macam dari yang hanya berupa uang, barang, emas sampai hal yang tidak masuk akal sekalipun.

Memang arisan masa kini tidak hanya mendapatkan uang, akan tetapi bisa juga arisan emas, berlian, atau tas bermerk.

Hal tersebut dianggap sebagian orang mengikuti arisan mendapatkan keuntungan karena mendapat barang tersebut.

Dalam manajemen keuangan keluarga, pengeluaran untuk arisan perlu diatur. Jumlah setoran perlu dimasukkan dalam daftar pengeluaran rutin dan bisa dimasukkan dalam alokasi dana lifestyle.

Priorotas utama tentunya kebutuhan bulanan rutin misalnya SPP anak, membayar PDAM, membayar listrik dan kebutuhan bulanan lainnya.

Apakah Arisan termasuk menabung?

Seperti yang saya sebutkan di atas bahwa rata-rata orang menganggap bahwa arisan adalah menabung. Tapi mari kita berpikir sejenak, jika memang arisan adalah menabung, apakah arisan ada bunganya?

Tentu saja tidak. Memang sih tidak ada biaya administrasi tapi ada biaya konsumsi yang terkadang tidak dihitung oleh peserta arisan. Padahal jika tujuan kita adalah menabung, kenapa uangnya tidak
dialokasikan ke bank atau portfolio investasi lainnya.

Arisan hanya sebagai ajang sosialisasi Arisan memang dijadikan ajang sosialisasi berbalut silaturahmi bagi beberapa orang, padahal jika kita ingin menjalin silaturahmi dengan teman,sahabat atau bahkan saudara bisa dilakukan walaupun tanpa arisan. Kita bisa bertemu dengan teman, ngobrol banyak hal tanpa harus menyetorkan uang.

Arisan bisa membuat lebih boros

Umumnya ketika mendapat arisan, anda otomatis mendapatkan "ketempatan" yang berarti anda harus memberikan jamuan.

Ini bukan hanya merepotkan akan tetapi juga membuat anda untuk mengeluarkan uang lebih banyak dari yang anda dapatkan.

Arisan tidak Liquid

Bagaimana jika kita membutuhkan uang cepat? Apakah uang arisan bisa kita cairkan dengan mudah dan cepat? Anda harus menunggu nama anda keluar dari kocokan. Atau kalau memang kita sangat
membutuhkan uang tersebut kita bisa saja merayu sang bendahara arisan, itu pun belum tentu juga rayuan anda dikabulkan.

Lalu apa yang bisa kita lakukan? Sementara jika kita menabung di bank maka kita bisa mengambil uang kita kapanpun dan sangat liquid.

Selain tidak liquid uang arisan nilainya juga akan tergerus inflasi.

Nilai uang yang diterima anggota pertama kali berbeda dengan nilai yang diterim oleh anggota yang mendapatkan kocokan terakhir. Misal kita ikuta arisan dengan jumlah uang yang kita terima Rp 2000.000,- tapi kita tidak tahu kapan akan menang kocokan.

Jika kita menang terakhir 10 bulan kemudian maka hasilnya tidak akan sama dengan 10 bulan sebelumnya. Ternyata banyak ya kelemahan arisan yang selama ini mungkin tidak/belum dilihat oleh orang banyak.

Hal seperti ini yang dibahas di workshop Perencanaan Keuangan dan Investasi yang dilaksanakan oleh tim IARFC Indonesia, Associates. Di Jakarta dibuka workshop sehari tentang bagaimana cara Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan dan Belajar dan Teknik Menjadi Kaya Raya dan juga workshop sehari tentang Reksadana info . (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed