Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 11 Mar 2019 07:19 WIB

Mau Resign? Siapkan 7 Hal Ini Dulu (1)

Ila Abdulrahman - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Pernah atau sedang terpikir untuk resign atau mengundurkan diri dari tempat anda bekerja? Mengapa? Jika bosan atau nggak nyaman, pikirkan satu hal ini:

"Masih nyaman karena tidak nyaman dalam bekerja, daripada tidak nyaman pagi bangun tidur bingung, mau ngapain karena tidak punya pekerjaan dan keahlian yang bisa diandalkan untuk menjemput rezeki, apalagi jika dana darurat sudah habis, pekerjaan belum nyantol lagi sedangkan tagihan terus berjalan."

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan jumlah angkatan kerja pada Februari 2018 sebanyak 133,94 juta orang, naik 2,39 juta orang dibanding Februari 2017. Sejalan dengan itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 69,20%, meningkat 0,18 poin. Dari 127,07 juta orang yang bekerja,sebesar 7,64% masuk kategori setengah menganggur dan 23,83% pekerja paruh waktu.

Jika resign kemudian nggak tahu mau ngapain, Anda akan menambah jumlah angka setengah menganggur di atas, dan tidak sebatas itu saja. Namun persaingan untuk mendapat pekerjaan kembali akan semakin sengit, baik dari segi jumlah maupun dari segi keahlian. Oleh karena itu rencanakan dengan matang sebelum keluar, terutama keuangan.

Yang perlu diperhatikan juga dalam pengunduran diri adalah "notice period". Berdasarkan UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan ("UUK"), dalam Pasal 162 ayat (3) UUK, juga Pasal 26 ayat (2) Kepmen Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 78/2001 tentang Perubahan Kepmenaker No. 150/2000 tentang PHK, Pesangon, dan lainnya permohonan pengunduran diri secara tertulis selambat-lambatnya 30 hari sebelum tanggal mulai pengunduran diri.

Apa alasan mengundurkan diri atau mengambil pensiun dini? Paling banyak karena ingin berwirausaha, pindah perusahaan, faktor keluarga, menjadi Pegawai Negeri Sipil, alasan Kesehatan dan kebijakan perusahaan (PHK).

Alasan yang berbeda memerlukan persiapan keuangan yang berbeda pula. Persiapan ketika di-PHK tentu berbeda jika menjadi pegawai negeri sipil, namun secara umum memerlukan setidaknya 7 hal yang sama. Berikut rencana keuangan yang setidaknya sudah dimiliki jika Anda resign.

1. Rencanakan Berapa Lama Akan Libur Bekerja Sebelum Memulai Pekerjaan Baru
Berapa lama anda akan menikmati waktu tanpa bekerja? Rencanakan. Ini diperlukan sebagai start awal untuk mencari atau memulai pekerjaan baru, juga tambahan dana darurat yang harus disiapkan.

Terlalu lama berleha-leha akan banyak hal terlewat dan termakan waktu, kecuali memang anda sudah berencana pensiun, dengan dana pensiun yang sudah mencukupi.

Pernah satu kasus, klien berencana mengambil pensiun dini, "Mba saya pensiun, dengan pensiun dini yang ditawarkan oleh kantor, dengan pesangon sekitar Rp 300 juta, cukup Mba?" Kemudian kami hitungan kebutuhan pensiunnya yang ternyata di angka Rp 25 miliar. Batal Pensiun.

2. Cash Flow Harus Positif
Sebelum memutuskan untuk mundur, maka pastikan kesehatan keuangan Anda. Salah 3 dari ciri keuangan sehat adalah, cash flow (Pendapatan dikurangi pengeluaran, masih ada sisa, dan pengeluaran adalah sisa dari pendapatan dikurangi investasi), cicilan utang kurang dari 30%, serta memiliki investasi untuk 4 kebutuhan pokok, yaitu investasi dana pensiun, dana Pendidikan, perjalanan rohani dan pernikahan anak.

Jika kondisi keuangan sakit, kemudian Anda resign, maka aset akan habis untuk hidup dan lama kelamaan terancam dalam kebangkrutan. Siapkan kondisi keuangan dengan baik, pelajari cara-caranya dengan ikut kelas dan workshop.


Ikuti workshop yang dilaksanakan oleh tim ARFC Indonesia atau tim AAM & Associates.

Di Jakarta dibuka workshop sehari tentang bagaimana cara Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan dan Belajar dan Teknik Menjadi Kaya Raya dan juga workshop sehari tentang Reksadana. Ada juga workshop khusus tentang Asuransi membahas Keuntungan dan Kerugian dari Unitlink yang sudah anda beli.

Karena banyak permintaan, dibuka lagi workshop Komunikasi yang memukau lawan bicara anda (menghipnotis), cocok untuk anda orang sales & marketing, untuk komunikasi ke pasangan, anak, boss, anak buah, ke siapapun, info.

Untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning dan workshop Intermediate dan Advance Financial Planning di Pertengahan Info lainnya bisa dilihat di www.IARFCIndonesia.com (jangan lupa tanyakan DISKON paket)

Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami "Seputar Keuangan" atau klik di sini.

Di artikel berikutnya akan dibahas poin 3-7 persiapan yang harus anda lakukan sebelum resign.


Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com