Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 25 Mar 2019 07:57 WIB

Segudang Masalah Keuangan Milenial (6)

Aidil Akbar Madjid - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Milenial mikirin pensiun? Sepertinya masih jauh sekali. Boro-boro mikirin pensiun, punya perencanaan keuangan saja sudah bagus sekali. Eh, tapi ini milenial yang mana ya?

Karena rentang milenial sebenarnya cukup jauh. Milenial sendiri rentangnya adalah angkatan yang lahir dari tahun 1980 sampai dengan 1999. Nah, bagi mereka yang lahir antara 1980-1985 maka saat ini mereka sudah berusia 34-39 tahun (tahun ini).

Milenial ini bila bekerja di perusahaan besar (korporasi) kemungkinan sudah memiliki jabatan minimal Asisten Manajer sampai dengan Senior Manajer. Sementara Milenial urutan paling bawah yang lahir ditahun 1999 maka saat ini berusia sekitar 20 tahun (tahun ini) dan kemungkinan besar masih kuliah.

Ternyata generasi milenial inipun berbeda-beda pola pikirnya terhadap keuangan, tergantung di usia mana mereka berada. Bila anda bicara dengan milenial angkatan pertama lahir tahun 1980-1985 maka kemungkinan besar mereka sudah mulai concern dengan dana pensiun.

Karena mereka sudah bekerja dengan karir yang lumayan dan kemungkinan sudah berumah tangga, maka pensiun menjadi bagian penting dari perencanaan keuangan mereka, setelah dana pendidikan.

Nah yang kemungkinan banyak bermasalah saat ini adalah generasi milenial yang lahir setelah itu, atau kelahiran antara tahun 1986 - 1995 (terutama yang 1990-1995).

Milenial kelahiran 1990 - 1995 dalam kurun waktu 5-10 tahun terakhir terpapar dengan telepon pintar serta banyak aplikasi yang membuat mereka cenderung boros dan memikirkan masa kini, bukan masa depan. Padahal salah satu perencanaan keuangan yang membutuhkan dana sangat besar sekali adalah dana pensiun.

Mengapa pensiun membutuhkan dana yang sangat besar? Karena pensiun sendiri masih lama (bagi mereka pensiun normal masih 30 tahun lagi) sehingga mereka berpikir 'ah masih lama'. Padahal dana pensiun semakin cepat dipersiapkan maka semakin kecil cicilan bulana yang harus dilakukan.

Mari kita coba simulasikan.

Seorang milenial baru mulai bekerja 1 tahun usia 25 tahun, dengan gaya hidup dan penghasilan mereka per bulan di kota Jakarta di kisaran Rp. 8 juta.

Bila dengan kenaikan biaya hidup 10% saja per tahun dan pensiun normal di usia 55 tahun (30 tahun lagi), maka perkiraan biaya hidup yang Rp 8 juta tadi akan menjadi sebesar hampir Rp 140 juta per bulan.

Nah, bila harapan hidupnya kita ambil rata-rata 20 tahun saja sampai usia 75, maka anda akan butuh dana sebesar Rp 37,5 miliar. Banyak sekali kan?

Kebayang berapa besar sih dana yang harus anda sisihkan untuk mendapatkan uang sebanyak itu? Dan bila anda menunda semakin lama, maka semakin besar dana yang harus anda sisihkan setiap bulan.

Sebagai contoh kita simulasikan. Anda ingin punya uang Rp 1 miliar di usia pensiun yaitu 55, maka bila anda investasikan ke reksa dana saham yang memberikan imbal hasil investasi di 18% sejak anda usia 30 tahun, maka cicilan bulanan anda selama 25 tahun akan menjadi hanya sebesar Rp 171 ribu per bulan saja.

Sementara bila anda menunggu 5 tahun lagi dan baru memulai di usia 35 tahun, maka dengan parameter yang sama di atas, anda harus mencicil selama 20 tahun sebesar Rp 426 ribu per bulan atau naik hampir 3 kali lipatnya.


Keliatannya rumit ya perhitungannya, tapi sebenarnya bisa anda pelajari dengan mengikuti workshop yang dilaksanakan oleh tim ARFC Indonesia atau tim AAM & Associates.

Di Jakarta dibuka workshop sehari tentang bagaimana cara Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan dan Belajar dan Teknik Menjadi Kaya Raya dan juga workshop sehari tentang Reksadana. Ada juga workshop khusus tentang Asuransi membahas Keuntungan dan Kerugian dari Unitlink yang sudah anda beli.

Karena banyak permintaan, dibuka lagi workshop Komunikasi yang memukau lawan bicara anda (menghipnotis), cocok untuk anda orang sales & marketing, untuk komunikasi ke pasangan, anak, boss, anak buah, ke siapapun, info.

Untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning dan workshop Intermediate dan Advance Financial Planning di Pertengahan Info lainnya bisa dilihat di www.IARFCIndonesia.com (jangan lupa tanyakan DISKON paket)

Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami "Seputar Keuangan" atau klik di sini.

Itulah sebabnya kita bisa saksikan bersama betapa pentingnya untuk milenial memulai perencanaan dan persiapan dana pensiun sejak pertama kali punya panghasilan. Jangan sampai stigma bahwa milenial tidak mampu beli rumah, milenial tidak punya kendaraan, dan sekarang milenial tidak bisa pensiun menjadi kenyataan, kan kasihan milenialnya.

Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel.
(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed