Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 27 Mar 2019 07:45 WIB

Beli Rumah Nanti dengan Harga Sekarang (1)

Baratadewa Sakti Perdana - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Ilustrasi Foto: Istimewa/Kementerian PUPR Ilustrasi Foto: Istimewa/Kementerian PUPR
Jakarta - Sudah memiliki penghasilan tetap tapi belum memiliki rumah sendiri? Kira-kira penyebabnya apa ya? Padahal kalau kita berpikir, penghasilan yang didapatkan sudah di atas UMR. Tapi, masih saja belum bisa memiliki rumah.

Biasanya, penyebab utama yang menjadi alasan tidak dapat memiliki rumah adalah harga rumah yang ditawarkan. Seperti kita ketahui, setiap tahunnya rumah yang dijual mengalami perubahan harga yang membuat semakin tinggi harga jual.

Apalagi, peningkatan harga rumah hampir pasti akan terus terjadi di setiap tahunnya. Hal tersebut biasanya yang membuat seseorang menunda atau tidak memiliki rumah dalam jangka waktu yang cukup lama.

Hal ini dikarenakan harga yang ditawarkan tidak sesuai dengan pendapatan yang mereka miliki. Dan hal tersebut yang menyebabkan seseorang tetap memilih mengontrak ketimbang membeli rumah.

Bila kita perhatikan, terdapat beberapa penyebab pada peningkatan harga rumah yang saat ini sering terjadi. Satu hal yang pasti karena jumlah tanah yang tidak pernah bertambah, berikutnya karena tanah-tanah yang tersedia saat ini memiliki tren kenaikan harga jual yang cukup lumayan tinggi untuk setiap meternya. Hal-hal tersebut kemudian menjadikan harga sebuah bangunan rumah dapat bertambah tinggi setiap tahunnya.

Kemudian penyebab lain yang dapat mempengaruhi meningkatnya harga rumah adalah terjadinya inflasi. Setiap negara akan mengalami perubahan inflasi. Kecepatan inflasi yang terjadi ini akan sangat mempengaruhi suku bunga, percepatan kredit pinjaman, dan harga bahan dasar bangunan.

Lalu, peningkatan harga juga bisa terjadi karena pertumbuhan status sosial. Pendapatan yang dimiliki oleh orang-orang dengan status sosial kelas menengah atas akan mempengaruhi perubahan harga dari sebuah properti. Hal ini disebabkan adanya keinginan memiliki rumah yang sesuai kebutuhan.

Penyebab selanjutnya adanya perbaikan tata kelola pada suatu daerah. Suatu daerah akan dapat berubah jika tata kelolanya baik dilakukan. Perubahan tersebut terjadi jika terdapat peningkatan atau berkembangnya berbagai fasilitas publik serta meningkatnya ketersediaan lapangan kerja pada daerah tersebut. Penyebab ini akan membuat harga hunian akan meningkat pula.

Sebagai contoh, kita dapat perhatikan di kawasan Jakarta, harga rumah yang ditawarkan memang cukup tinggi. Namun, ternyata masih banyak minat. Hal tersebut disebabkan oleh adanya fasilitas yang disediakan. Dari segi transportasi, ruang publik, lapangan pekerjaan, dan lain sebagainya.

Hal tersebut dapat dilihat secara gamblang, namun akan sangat berbeda bila kita membandingkan dengan lokasi rumah yang berada di pinggiran Jakarta. Harga yang ditawarkan tidak terlalu tinggi, padahal masih memiliki fasilitas yang sama dengan kota Jakarta.

Semua orang pasti memiliki impian untuk memiliki rumah idaman, apalagi jika rumah tersebut dapat ditempati bersama keluarga. Berbagai konsep pastinya telah di impikan oleh setiap orang pada rumah idamannya. Lalu, bagaimana sebenarnya rumah yang ideal bagi anda dan keluarga?

Rumah idaman yang ideal itu haruslah nyaman bagi para penghuninya, yaitu yang bikin betah tinggal di dalam rumah tersebut. Rumah idaman tidak harus mengenai ukuran yang besar, mewah, dan mahal.

Tetapi rumah idaman dapat diciptakan secara sederhana namun nyaman bagi para penghuninya. Karena, pada rumah idaman kenyamanan adalah paling utama bagi para penghuninya.

Menciptakan rumah idaman yang ideal sebenarnya tidaklah rumit. Hanya saja, bagaimana cara atau strateginya agar dengan dana yang cekak, anda tetap berpeluang besar menerapkan strategi tersebut sehingga terwujud rumah yang di idam idamkan selama ini.

Pernahkah terpikir untuk membangun rumah sendiri? Apabila Anda bermimpi memiliki sebuah rumah idaman untuk menjadi hunian di masa depan dengan dana terbatas, insya Allah hal itu tetap dapat terwujud.

Memang benar, bahwa membangun rumah dengan dana terbatas, diperlukan pengetahuan dan strategi khusus agar tetap dapat memiliki rumah idaman. Lalu, bagaimana langkah mengawalinya?

Ternyata perencanaan keuangan tidak hanya bicara secara keuangan saja tapi juga hal-hal lain yang harus dipersiapkan. Mengapa? Karena UUD alias ujung-ujungnya pasti duit juga.


Banyak orang mengeluh bahwa membangun rumah itu perlu persiapan keuangan yang matang, karena biasanya hampir selalu over bujet. Di kelas atau workshop yang dilaksanakan oleh tim IARFC Indonesia atau tim AAM & Associates.

Di Jakarta dibuka workshop sehari tentang bagaimana cara Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan dan Belajar dan Teknik Menjadi Kaya Raya dan juga workshop sehari tentang Reksadana. Ada juga workshop khusus tentang Asuransi membahas Keuntungan dan Kerugian dari Unitlink yang sudah anda beli.

Karena banyak permintaan, dibuka lagi workshop Komunikasi yang memukau lawan bicara anda (menghipnotis), cocok untuk anda orang sales & marketing, untuk komunikasi ke pasangan, anak, boss, anak buah, ke siapapun, info.

Untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning dan workshop Intermediate dan Advance Financial Planning di Pertengahan Info lainnya bisa dilihat di www.IARFCIndonesia.com (jangan lupa tanyakan DISKON paket)

Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami "Seputar Keuangan" atau klik di sini.

Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed