Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 05 Apr 2019 07:28 WIB

Beli Rumah Nanti dengan Harga Sekarang (3)

Baratadewa Sakti Perdana - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Foto: Tim Infografis, Luthfy Syahban Foto: Tim Infografis, Luthfy Syahban
Jakarta - Bangun rumah mahal dan pasti overbudget. Bagi anda yang pernah membangun rumah pasti akan mengangguk-anggukan kepala membaca pernyataan saya tadi.

Betul sekali memiliki dan membangun rumah idaman memerlukan biaya yang tidak sedikit. Oleh sebab itu persiapan keuangan harus dilakukan dengan baik dan benar.

Di artikel sebelumnya telah dibahas persiapan apa yang harus mulai dilakukan. Nah, dalam artikel ini akan dibahas 3 persiapan terakhir yang juga harus anda lakukan bila ingin rumah anda bisa terbangun dengan baik tanpa harus mengalami kesulitan keuangan.

4. Biaya Konstruksi Bangunan
Faktor pengeluaran biaya membuat rumah selanjutnya juga bergantung pada luas bangunan. Meski kebanyakan pemikiran orang membuat asumsi harga bangunan dengan acuan per meter persegi, namun saya menyarankan untuk lebih mempertimbangkan terhadap item pekerjaan dan harga satuan pekerjaan pada Rancangan Anggaran Biaya (RAB) untuk menilai apakah bangunan yang akan Anda bangun kelak memang layak dan sesuai anggaran Anda.

Namun demikian, untuk memudahkan gambaran akan kebutuhan biaya membangun rumah, menetapkan acuan per m2 pada awal pertimbangan tentu boleh boleh saja dilakukan.

Misalnya, Anda ingin membangun rumah tipe 36/70. Apabila harga per meter persegi bangunan di tempat Anda akan membangun rumah adalah Rp 2,5 juta, maka total biaya yang dibutuhkan adalah 36m2 x Rp 2,5 juta = Rp 90 juta.

Maka total biaya membangun rumah tipe 36 termasuk dengan membeli tanahnya adalah Rp 105 juta + Rp 90 juta = Rp 195 juta.

5. Membeli Bahan Bangunan secara Bertahap
Setelah mendapatkan informasi mengenai harga tanah, ongkos tukang bangunan dan biaya konstruksi bangunan, maka langkah selanjutnya adalah memilih strategi apa saja yang perlu dipilih lebih dahulu agar dana yang terbatas ini tetap mampu diharapkan untuk mewujudkan rumah idaman dengan kualitas bangunan yang baik.

Membeli secara bertahap di sini yang dimaksud adalah membeli bahan bangunan tertentu dengan jumlah tertentu, dibayar cash di awal waktu dengan janji akan diambil sekian bulan atau tahun ke depan.

Metode ini sangat menguntungkan bagi kedua pihak. Bagi pembeli diuntungkan dengan tidak repot bahwa bahan bangunan akan diletakkan di lokasi mana. Atau apabila sudah ada tanah kavlingnya, tidak khawatir rusak atau akan dicuri karena pekerjaan pembangunan rumah memang baru akan dimulai setelah bahan bahan bangunan yang diperlukan dan para pekerja sudah siap sedia.

Keuntungan kedua, pembeli mendapatkan harga bahan bangunan saat ini tanpa khawatir akan terkena inflasi saat dibutuhkan nanti. Bahan yang dibeli pun disesuaikan dengan isi kantong Anda, sehingga estimasi terhadap kenaikan harga bahan bangunan yang mungkin terjadi di kemudian hari pun dapat terukur.

Keuntungan bagi penjual sesungguhnya dengan metode ini adalah kesempatan mendapat modal bisnis tanpa bunga, karena uang yang diterima tersebut dapat diputar untuk menambah modal bisnisnya hingga waktu pengambilan oleh pembeli terjadi.

Dan biasanya, untuk bahan bahan bangunan yang likuiditas penjualannya baik, sang penjual pemilik toko bahan bangunan tidak keberatan menggunakan metode jual beli yang demikian.

Oleh karena itu, saran saya pilihlah penjual yang dikenal masyarakat sekitar dapat dipercaya serta tidak lupa membuat perjanjian jual beli agar bahan bangunan yang sudah dibeli tersebut dapat dipastikan diambil tepat pada waktunya nanti.

6. Biaya tak terduga
Selain biaya-biaya yang telah disebutkan di atas, perlu juga menyisihkan biaya tak terduga di dalam anggaran. Biaya ini sangat diperlukan apabila terdapat biaya lain-lain yang diperlukan dalam proses pembangunan rumah.

Biaya tak terduga sudah umum dilakukan sebagian besar orang karena merupakan dana jaga-jaga apabila ada tambahan kebutuhan yang lain. Biaya tak terduga ini bisa meliputi biaya untuk menghias rumah Anda seperti pembangunan taman dan pengisian properti ruang tamu dan dapur.

Setelah langkah-langkah dalam menetapkan tujuan memiliki rumah telah disusun dengan baik, tugas selanjutnya adalah berkomitmen untuk memastikan target waktu yang telah Anda tentukan dapat dilaksanakan sesuai rencana. Apalagi karena target waktu untuk memulai pembangunan rumah dengan metode ini memang dirancang untuk jangka menengah hingga jangka panjang.

Persoalannya saat ini, selain Anda harus membuat Rancangan Anggaran Biaya (RAB) pembangunan rumah tersebut. Anda juga harus mulai menentukan time value of money agar pembelanjaan dengan metode pembelian bahan bangunan secara bertahap ini dapat dicapai dengan pendekatan akademis, sehingga pada praktiknya nanti tidak membuat anggaran yang direncanakan menjadi lepas di luar kendali Anda.

Jadi, sebelum lepas kendali lakukan persiapan dengan baik dan matang. Pelajari cara membuat anggaran dengan mengikuti workshop yang dilaksanakan oleh tim IARFC Indonesia atau tim AAM & Associates.

Di Jakarta dibuka workshop sehari tentang bagaimana cara Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan dan Belajar dan Teknik Menjadi Kaya Raya dan juga workshop sehari tentang Reksadana.

Karena banyak permintaan, dibuka lagi workshop Komunikasi yang memukau lawan bicara anda (menghipnotis), cocok untuk anda orang sales & marketing, untuk komunikasi ke pasangan, anak, boss, anak buah, ke siapapun, info.

Untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning dan workshop Intermediate dan Advance Financial Planning di Pertengahan Info lainnya bisa dilihat di www.IARFCIndonesia.com (jangan lupa tanyakan DISKON paket).

Mumpung bulannya pesta demokrasi, tanyakan juga adanya DISKON PESTA DEMOKRASI hanya di bulan April ini saja. Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami "Seputar Keuangan" atau klik di sini. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com