Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 28 Mei 2019 02:53 WIB

Tiket Mudik Mahal Mending Kredit Mobil, Benar atau Salah? (2)

Aidil Akbar Madjid – Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Jakarta - OK, so dalam kurun waktu 10 tahun terakhir sedang ramai fenomena mudik dengan kendaraan pribadi untuk menghemat, tapi dalam 5 tahun terakhir jumlahnya meningkat lumayan pesat, baik mobil maupun motor.

Banyak orang berargumentasi kalau mudik pakai kendaraan bermotor (spesifiknya mobil) menjadi lebih murah, padahal belum tentu. Lalu, apa saja biaya yang berhubungan dengan mudik pakai kendaraan pribadi?

Biaya Persiapan (Service dll)
Biaya ini bisa masuk ke dalam biaya service rutin kendaraan anda, atau bisa juga special. Biaya ini biasanya meliputi pengecekan/ganti oli, pengecekan transmisi (oli), radiator dan cooling system (karena biasanya kendaraan akan macet dan panas), aki dan pengapian, AC mobil, kaki-kaki (shock breaker) dan termasuk juga ban serta ban cadangan.

Nah untuk semua ini anda kan keluar biaya sekurang-kurangnya Rp 500 ribu - Rp 1 juta untuk ganti oli dll, sampai dengan Rp 5 jutaan untuk tambahan lainnya.

Biaya Bensin (Bahan Bakar)
Yang tidak kalah penting untuk dipersiapkan adalah biaya bensin atau bahan bakar. Dalam kondisi normal dimana anda bisa melaju dengan kecepatan tinggi (di atas 80km/jam) dengan kendaraan yang hemat bensin, anda bisa saja anda cukup mengisi full tangki bensin anda untuk perjalanan dari Jakarta ke Jawa Tengah.

Sedangkan ke Jawa Timur bisa saja anda menambah isian bensin. Akan tetapi bila anda melaju dengan kemacetan, maka anda harus siap mengisi bensin 2-3x penuh (bisa 4-5x penuh untuk mobil dengan cc besar) untuk bisa mencapai ke tempat tujuan.

Dengan rata-rata pengisian 350 ribu penuh, maka anda harus menyiapkan antara Rp 700rb - Rp 1 juta-an sekali jalan atau Rp 2 juta untuk pulang pergi untuk mobil cc kecil.

Sedangkan untuk mobil cc besar anda bisa mengisi 450 ribu untuk sekali isi sehingga biaya bensin Rp 1,6 juta sampai Rp 2 juta sekali jalan atau sekitar Rp 3-4 juta untuk pulang pergi.

Biaya Tol
Berikutnya yang tidak kalah penting adalah biaya jalan tol. Banyak orang bersorak sorai bahwa dengan banyaknya tol baru bisa mempermudah perjalanan mereka. Itu betul tapi weits nanti dulu, coba hitung berapa biaya tolnya?

Berdasarkan informasi yang didapat, konon untuk tol trans Jawa dari Jakarta ke Surabaya untuk kendaraan pribadi anda akan dikenakan biaya total
sekitar Rp 660 ribu sekali jalan atau sekitar Rp 1,32 juta untuk pulang pergi.

Biaya Makan & Minum
Perjalanan jauh antara 400-600 km melalui tol trans Jawa dari Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur membutuhkan stamina yang prima. Hal ini juga harus ditunjang dengan makanan dan minuman yang baik.

Setahu dan sepengalaman saya, makan di area pemberhentian (rest area) tidak ada yang murah, alias harganya lebih mahal dibandingkan makan di kota kita.

Apabila anda sekeluarga dengan 2 anak makan 3x sehari dan sekali makan menghabiskan Rp 100 ribu saja, maka sehari anda akan menghabiskan Rp 300 ribu.

Dengan perjalanan 2 hari maka anda akan menghabiskan Rp 600 ribu x 2 pulang pergi total menjadi Rp 1.2 juta. Apabila anda makan di restoran yang lebih mahal atau jumlah anggota keluarga anda bertambah maka biayanya bisa lebih besar lagi.

Biaya Parkir, Pak Ogah dll
Selain biaya bensin dan tol, dalam perjalanan jarak jauh anda juga harus antisipasi dengan mempersiapkan biaya parkir, pak ogah dll. Secara nominal mungkin tidak perlu terlalu besar misalnya Rp 200 ribu untuk pulang pergi.

Biaya Emergency dll
Di luar seluruh biaya di atas, anda juga harus mempersiapkan biaya darurat. Besarannya bisa diambil dari emergency fund anda.

Nah, bila anda jumlahkan seluruh biaya di atas, maka besaran anggaran yang harus anda persiapkan dengan mudik menggunakan kendaraan pribadi (mobil) ternyata tidak sesedikit dan semurah yang anda kita.

Bila dihitung untuk ber 4 anda mengeluarkan sekurang-kurangnya biaya sebesar Rp 6-7 juta untuk biaya mudik pulang pergi. Sementara dengan menggunakan pesawat setelah saya jumlahkan untuk 4 orang kira-kira biayanya sekitar Rp 10 jutaan.

Yang artinya dengan menggunakan kendaraan pribadi anda "hanya" menghemat sekitar Rp 3 juta-an. Ini tidak memperhitungkan waktu tempuh selama minimal 2 hari per sekali jalan x 2 pulang pergi total 4 hari.

Perhitungan seperti ini bisa anda lakukan sendiri atau bisa dipelajari dengan mengikuti workshop yang dilaksanakan oleh tim IARFC Indonesia atau tim AAM & Associates.

Untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning selain itu ada workshop Intermediate Financial Planning dan Advance Financial Planning. Info lainnya bisa dilihat di www.IARFCIndonesia.com (jangan lupa tanyakan DISKON paket).

Hanya di bulan Ramadhan saja (1x setahun) juga akan dibuka workshop Perencanaan Keuangan Syariah, info bisa dibuka disini http://bit.ly/RIFA19 . Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami "Seputar Keuangan" atau klik di sini .

Kembali ke pertanyaan awal, kenapa banyak orang yang salah karena ketika ingin mudik mereka justru mengambil pinjaman kendaraan. Akan dijawab di artikel seri berikutnya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed