Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 25 Jun 2019 07:07 WIB

Keluar dari Kesulitan Keuangan Setelah Lebaran (1)

Bareyn Mochaddin - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Kita masih berada di bulan Syawal. Efek pasca Lebaran masih terasa, sementara Tunjangan Hari Raya (THR) yang diberikan oleh perusahaan sebagai bekal untuk mengarungi masa Lebaran dirasa tidak cukup bagi beberapa orang.

Apalagi banyaknya keinginan dan kebutuhan yang harus dipenuhi selama masa Lebaran di kampung halaman. Apakah anda merasakan hal yang sama?

Kemudian hal ini ditambah dengan ketidakmampuan mengelola dan meredam keinginan selama Lebaran. Akhirnya, banyak orang yang tidak hanya "dosanya kembali menjadi nol", tetapi rekeningnya juga kembali menjadi nol. Bahkan tidak sedikit yang tidak hanya nol, tetapi kurang dari nol (baca: berutang).

Bila kondisinya sudah seperti ini, maka sepulangnya ke kota perantauan, bukan kesegaran batin yang dirasakan. Tetapi beban pikiran yang menumpuk karena dompet sudah tipis, dan tagihan bulanan yang sudah menunggu untuk diselesaikan.

Tidak cukup sampai di situ, bagi anda yang sudah berkeluarga dan memiliki anak yang sedang sekolah, setelah Lebaran seperti ini biasanya akan hadir tagihan biaya SPP atau biaya uang daftar ulang setelah kenaikan kelas, ada biaya buku dan juga biaya seragam sebagai tambahan.


Sehingga, banyak orang yang kemudian tertekan karena banyaknya kebutuhan yang harus dibayar. Namun karena tidak siap dengan langkah-langkah untuk keluar dari kesulitan keuangan, akhirnya malah mengambil utang tambahan.

Karena berada dalam kondisi tertekan dan terburu-buru, biasanya seseorang kemudian mengambil utang yang cepat cair dengan persyaratan yang ringan. Beberapa bahkan mengambil jalan pintas dengan menambil utang dari pinjaman online.

Padahal, mengambil utang tambahan bukanlah langkah yang bijak ketika anda kesulitan keuangan yang mungkin anda rasakan sekarang. Mengambil utang tambahan, apalagi pinjaman dari pinjaman online adalah langkah terakhir ketika anda sedang dalam kesulitan keuangan.

Sebagai pertimbangan bagi anda, bunga yang akan dibebankan oleh lembaga pemberi pinjaman online kepada peminjam itu sifatnya harian. Besaran bunganya sendiri berkisar antara 0,5% sampai dengan 0,8% per harinya.

Bila anda kemudian meminjam ke pemberi pinjaman online, apakah anda siap dengan bunga yang dibebankan secara harian kepada anda? Apakah anda siap dengan biaya tambahan dan bunga tambahan yang mungkin ada bila ternyata anda telat membayar pinjamannya?


Sebenarnya, ada beberapa langkah yang bisa anda lakukan sebelum akhirnya anda mengambil utang tambahan dari pinjaman online untuk menyelamatkan anda. Langkah-langkah ini bisa anda lakukan agar keuangan anda tidak menjadi lebih ruwet dari kondisi yang ada sekarang. Apa saja langkah tersebut?

Sabaaaar kita bahas di artikel berikutnya ya.

See you soon.

Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com