Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 26 Jun 2019 07:49 WIB

Harga Diskon Lebih Murah, Yakin? (2)

Ila Abdulrahman - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Foto: Rahmi Anjani/Wolipop Foto: Rahmi Anjani/Wolipop
Jakarta - Strategi marketing memang banyak yang jitu. Terbukti dari banyak orang yang kemudian terpengaruh dan kemudian berbelanja tanpa berpikir panjang.

Nah, untuk itu, anda sebagai konsumen juga haruslah lebih cerdas mencermati. Apakah barang yang ditawarkan benar-benar sudah murah atau itu hanya gimmick pemasaran saja yang membuat seakan-akan terlihat lebih murah.

Apa saja yang harus anda waspadai?

3. Harga Distributor Lebih Murah daripada Harga Detail?
Distributor merupakan perpanjangan tangan dari produsen. Logisnya memang harga lebih murah dari retail atau eceran, karena distributor memberlakukan pembelian dengan harga lebih murah untuk jumlah tertentu, untuk dijual lagi.

Faktanya tidak demikian. Ada item barang-barang tertentu yang di distributor tidak diskon, namun di retail diskon. Bagi pemburu harga murah, ini menjadi incaran, karena bedanya atau diskonnya relatif berasa.

Hal ini juga penulis alami ketika menjadi distributor salah satu chicken nugget. Disemprot sama buyer, karena item yang dia beli harga normal, sedangkan di supermarket diskon Rp 5.000.

Enggak percaya dong, namun setelah penulis datang ke supermarket tersebut, benar. Gantilah komplen ke produsen, dan ternyata program diskon untuk supermarket. Ya sudahlah, pasrah, mau diskon item tersebut, mempersilakan pelanggan beli ke supermarket. Enggak mau, alhamdulillah.


4. Harga Diskon Toko A Lebih Murah dari Harga Normal Toko B
Seringkali kita tergoda diskon yang diberikan oleh toko. Gimana enggak tergoda, jika terpampang di layar handphone dan kitanya rajin pula buka-buka online shop, apalagi dengan iming-iming gratis ongkir, iya apa iya?

Tahukah bahwa harga diskon di supermarket nasional adalah harga normal di supermarket lokal? Besarnya kisaran 10%-30%. Jadi misalnya supermarket nasional A, memberikan diskon 10%, ternyata itu adalah harga normal di supermarket lokal B.

Itu mengapa salah satu alasan, penulis senangnya belanja ke supermarket lokal, kecuali barang yang hendak dibeli hanya ada di supermarket nasional tersebut.

Untuk diketahui, supermarket lokal di sini adalah supermarket yang dimiliki oleh pengusaha di wilayah tersebut, dan toko-tokonya hanya ada di daerah tersebut, misalnya menguasai satu atau beberapa kabupaten saja. Sedangkan supermarket nasional di sini adalah, supermarket yang tersebar ada di seluruh Indonesia.

Nah, masih beli karena tergoda diskon? Enggak kan. Pastikan beli karena butuh, bukan karena ada diskon mendadak merasa butuh. Lebaran ini berbarengan dengan kenaikan sekolah, sekaligus libur kenaikan kelas sekolah. Jangan takut ketinggalan diskon, karena diskon akan selalu ada. Empowering your Financial.


Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed