Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 25 Jul 2019 06:48 WIB

Yakin Caramu Atur Duit Sudah Benar? (1)

Aidil Akbar Madjid - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Banyak orang bertanya, bagaimana seseorang bisa kaya. Salah satu hal yang membuat orang-orang tersebut bisa kaya selain bekerja keras, berbisnis dan berinvestasi adalah dengan menghindari melakukan kesalahan keuangan yang sering anda lakukan.

Nah, apa saja sih kesalahn tersebut? Yuk kita bahas.

Hindari Biaya-Biaya (Fee)
Orang-orang kaya itu selalu mencari cara untuk menghindari membayar fee. Sementara rata-rata orang tidak mempermasalahkan membayar fee. Salah satu contoh biaya yang sering lupa dihindari kebanyakan masyarakat adalah biaya keterlambatan membayar kartu kredit, atau biaya-biaya keterlambatan lainnya.

Terkesan memang kecil dan tidak seberapa, tapi kalau jumlah keterlambatannya banyak dan dilakukan sering setiap bulan oleh berbagai kartu, maka bila dikumpulkan nominalnya cukup besar juga.

Belanja Impulsif
Apabila diperhatikan baik-baik, orang kaya lama itu jarang sekali belanja secara impulsif. Hal ini agak berbeda dengan OKB alias Orang Kaya Baru yang selalu ingin menunjukan mereka bisa belanja apa saja.

Orang kaya lama, meskipun mereka menggunakan barang bermerek mereka cenderung akan memilih model yang simpel dan tidak menonjol dengan warna yang kalem atau klasik sehingga bisa dipakai lebih lama.

Sementara OKB lebih suka warna mencolok agar dilihat orang. Masyarakat biasa lainnya lebih sering belanja secara mendadakan alias impulsif tanpa perencanaan yang mengakibatkan mereka membeli barang yang tidak seharusnya mereka beli.


Tidak Mudah Terjerat Trik Pemasar
Rata-rata orang kaya lama sangat selektif ketika berbelanja dan mereka jarang sekali terjerat trik pemasar (marketing) yang memainkan trik harga murah. Mereka memang melihat harga dan nilai dari suatu barang, tapi sering kali mereka melihat dalam jangka panjang. Untuk barang-barang tertentu mereka tidak masalah membeli dengan harga yang lebih mahal tapi barang tersebut bisa dipakai lebih lama dibandingkan harga yang murah tapi barang tersebut akan sering rusak dan harus diperbaiki atau hanya bisa dipakai sebentar yang membuat biayanya jadi bertambah lebih mahal.

Sementara kamu-kamu sekalian mungkin saja silau dengan berbagai diskon yang ditawarkan. Akibatnya kamu-kamu jadilah penghamba diskon. Ingat ya, diskon 30% itu bukan berarti harganya murah, tapi berarti kamu sudah mengeluarkan uang sebesar 70% untuk membelinya. Makin parah lagi kalau barang yang kamu beli bukan barang yang kamu butuhkan sekarang.

Tidak Sotoy Mau Ngelawan Pasar
Dalam hal berinvestasi, para orang-orang kaya itu tidak pernah mau dan berani untuk sotoy dengan mencoba melawan pasar. Rata-rata orang kaya itu berinvestasi untuk jangka panjang. Kunci dari keberhasilan investasi jangka panjang adalah kejelian dalam memilih wahana investasi serta sabar menunggu.

Sementara kamu-kamu banyak yang tidak sabaran dan tidak mau menunggu lama. Maunya mendapatkan hasil yang cepat dan instan. Makanya banyak yang memilih jual beli (trading) dibandingkan investasi jangka panjang.

Terakhir, Tidak Bergantung Dari Satu Penghasilan
Orang kaya atau biasa saya sebut dengan istilah horang kaya itu rata-rata tidak hanya bergantung dari satu penghasilan saja. Mereka mempunyai beberapa penghasilan bisa dari bekerja dan bisnis, bisa juga dari beberapa bisnis, atau bisa juga dari investasi, aset produktif dan bisnis yang mereka geluti. Dengan mempunyai penghasilan dari berbagai sumber membuat mereka tidak perlu khawatir apabila salah satu penghasilan mereka turun.

Sementara kamu-kamu banyak yang merasa nyaman dengan gaji dari pekerjaan kamu sekarang. Padahal kamu tau bahwa kamu belum tentu akan bekerja disana selamanya. Nah, sekarang pilihan di kamu semua, mau bisa seperti orang kaya-kaya itu atau kamu senang seperti sekarang saja.


Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel.

Simak Video "Tips Mengelola Keuangan Ala Astrid Tiar"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com