Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 19 Agu 2019 07:58 WIB

Siap Pensiun Dini?

Prita Hapsari Ghozie - detikFinance
Foto: Pensiun Dini (Tim Infografis Fuad Hasim) Foto: Pensiun Dini (Tim Infografis Fuad Hasim)
Jakarta - Pensiun dini karena terpaksa? Mungkin kondisi ini menjadi suatu hal yang tidak terbayang sebelumnya dalam hidup Anda. Namun, bisa saja hal ini terjadi karena faktor eksternal seperti perusahaan tempat bekerja yang tidak stabil. Mau pun dari faktor internal seperti kebutuhan keluarga atau pun ingin memulai bisnis sendiri.

Dengan demikian, bisa jadi pensiun dini merupakan satu tahapan kehidupan yang terkadang harus dihadapi. Supaya lebih siap jika terpaksa menghadapi pensiun dini, memang kita harus prepare nih secara psikologis, kesehatan, dan tentunya finansial. Nah, sudahkah Anda siap secara finansial untuk pensiun dini?

Kalau masih tidak yakin tentang kesiapan keuangan menghadapi pensiun dini, maka kita bisa kok mengevaluasinya. Apa saja yang harus dipertimbangkan?

1. Hitung jumlah aset dan kewajiban yang Kita miliki saat ini. Apabila Anda masih punya utang pinjaman perumahan atau utang kartu kredit, maka inilah prioritas utama yang harus Anda lunasi mulai dari sekarang. Usahakan memulai pensiun tanpa beban utang.

2. Lakukan pendataan jumlah tanggungan keluarga. Anda harus menghitung dengan pasti kebutuhan hidup untuk anak termasuk juga untuk dana pendidikannya. Selain itu, jika masih menanggung biaya orangtua, Anda sebaiknya menghitung kebutuhan dana kesehatan untuk orang tua.

3. Buat anggaran untuk biaya hidup di masa pensiun. Perhatikan pos pengeluaran yang berpotensi meningkat di atas tingkat inflasi seperti pos transportasi, pos listrik, pos pajak, dan lainnya. Untuk pos pengeluaran lain, Anda bisa gunakan kenaikan inflasi normal. Jangan lupa juga tambahkan untuk pos biaya kesehatan yang umumnya akan meningkat kebutuhannya di masa pensiun.

4. Hitung sumber penghasilan Kita saat memasuki masa pensiun. Secara umum untuk karyawan, Anda akan mendapatkan hasil dari program Jaminan Hari Tua, program dana pensiun lembaga keuangan, dan mungkin uang jasa dari pekerjaan sebelumnya. Di masa pra-pensiun, Anda mungkin dapat minta bantuan divisi personalia untuk memberikan angka kasar untuk jumlah pembayaran pensiun yang akan diterima.

Nah, Anda bisa dibilang cukup siap menghadapi pensiun dini apabila jumlah seluruh dana yang saya sebutkan sebelumnya cukup untuk memenuhi semua kebutuhan dan biaya hidup untuk 20 tahun ke depan.

Ingat lho, biaya hidup yang sudah dihitung inflasinya. Jika ternyata masih kurang, maka alternatifnya adalah harus mau untuk mencari produktivitas bekerja di tempat lain atau membuat aset yang produktif. Mungkin juga masa ini bisa jadi peluang untuk memulai usaha? Who knows right!

Pensiun dini tidak selamanya menjadi suatu hal negatif dalam kehidupan seseorang. Dengan pengelolaan keuangan yang cermat, mungkin saja tahapan baru ini menjadikan keuangan keluarga Anda menjadi lebih baik.

Live a beautiful life!

Simak Video "Ini Alasan Jamal ''Preman Pensiun'' Pakai Narkoba"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com