ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 30 Agu 2019 05:57 WIB

3 Rahasia Utama Agar Milenial Merdeka Finansial (1)

Baratadewa Sakti P - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Foto: Mindra Purnomo Foto: Mindra Purnomo
Jakarta - Sebelum membahas apa saja rahasianya agar setiap orang dapat meraih kebebasan finansial, akan lebih afdol jika kita mengetahui lebih dulu definisi kebebasan finansial itu sendiri.

Dari penelusuran yang saya temukan, definisi kebebasan finansial adalah suatu kondisi di mana seseorang telah memiliki saving dan investasi yang banyak dan relatif aman, yang mana hasilnya dapat mencukupi kebutuhan sekaligus gaya hidup yang diinginkan. Atau dalam bahasa yang lebih membumi yaitu suatu kondisi di saat seseorang bisa duduk-duduk santai di teras rumah tiap pagi dan sore, sementara income yang cukup terus datang mengalir.

Sehingga dengan kata lain, ia tak perlu lagi grusa-grusu bekerja demi mendapat uang sebab ia telah berada pada fase ketenangan dimana uang lah yang bekerja untuknya (passive income).

Tampaknya terlalu mainstream definisi tentang kebebasan finansial ini. Sebab akan muncul setidaknya 2 (dua) pertanyaan, yaitu apakah dengan memiliki saving yang banyak dan investasi yang besar, pasti hidup seseorang gak lagi grusa-grusu alias mencapai fase ketenangan yang dimaksud?

Kemudian pertanyaan berikutnya, jika income seseorang terus saja mengalir, dapatkah hal tersebut menghentikan gaya hidup yang diinginkannya?

Bagi saya, definisi kebebasan finansial itu sebetulnya nggak ribet-ribet amat, masih ada kemiripan dengan beberapa definisi yang telah disebutkan barusan. Namun saya prefer kepada keyakinan bahwa uang atau harta hanyalah bagian dari rezeki. Sebab nikmat sehat, punya teman-teman yang baik, tetangga yang ramah, istri/suami yang menenteramkan hati, berbagi kepada yang membutuhkan, hingga mampu berprasangka positif pada kejadian yang tidak diharapkannya adalah wujud kelonggaran rezeki seseorang.

Beberapa contoh sederhana dalam fase kehidupan tersebut juga menunjukkan ciri-ciri seseorang yang telah berproses menuju kebebasan finansialnya, yaitu mencapai fase ketenangan hidup di dalam setiap kondisi kehidupan.



Bagaimana tidak? Ketika seseorang yang memiliki saving dan investasi yang banyak , bahkan terus saja mengalir ke pundi-pundi rekeningnya tetapi ketika ia harus bolak balik berobat bahkan karena merasa punya uang banyak, berobat pun sampai ke luar negeri. Atau misalnya ketika istri punya gaya hidup yang terus update hingga nggak sadar bahwa tagihan kartu kreditnya menggunung.

Bukankah kondisi - kondisi semacam ini yang justru akan menyebabkan seseorang yang kaya raya dapat menjadi bankrut di kemudian hari?

Oleh karena itulah definisi kebebasan finansial menurut saya adalah suatu fase di mana seseorang telah mencapai ketenangan dalam hidup yang membuatnya tidak lagi berpikir & bersikap grusa-grusu dalam usahanya mendapatkan uang.

Bukan karena saving & investasinya yang banyak sehingga terus mengalir ke pundi-pundi rekeningnya, namun lebih karena ia yakin ketika yang dihadapinya tidak sesuai harapan, ia kemudian bersabar dengan prasangka positifnya, boleh jadi usahanya belum maksimal, ilmunya belum lengkap, atau itulah yang terbaik untuknya dengan kondisi serta kemampuan yang ia miliki saat itu. Sehingga cara berpikir & bersikap ini yang membuat seseorang tidak mudah mengeluh dan tidak mudah berputus asa.

Dan ketika yang didapatkan melebihi ekspektasinya, ia kemudian bersyukur. Sehingga hatinya pun tenang dan selalu jernih dalam mensikapi keadaan, sehingga pada akhirnya dalam berusaha pun tidak ngoyo sampai siang malam hanya uang yang ia kejar.

Ketika hati seseorang penuh suka cita untuk merasa cukup, baik karena keberadaan uangnya yang berlimpah maupun tidak, maka kondisi ini akan membuat hasil kinerjanya menjadi optimal.

Mengapa? Sebab ketika ia tahu bahwa segala sesuatu telah ada ukurannya termasuk kapasitas dirinya, maka suasana hati yang terbangun akan kondusif.

Adalah David Bach, salah satu pakar perencana keuangan terkemuka di Amerika, seorang penulis buku terlaris hingga sembilan kali di Perusahaan Terkemuka New York Times, yang mengajarkan kepada banyak orang tentang seluk-beluk kebebasan finansial pribadi selama 20 tahun terakhir melalui seminar, pelatihan dan juga buku-bukunya. Yang kemudian buku terbarunya dengan judul "The Latte Factor", memiliki pencapaian yakni terjual hingga 8 juta eksemplar. Di mana dalam buku terbarunya tersebut terdapat bahasan penting berupa 3 (tiga) Rahasia Utama agar setiap orang dapat mencapai Kebebasan Finansial yang di idam-idamkan.

Bach mengajarkan pelajaran ini dengan cara yang sama sekali baru dibandingkan buku - buku yang telah ia tulis sebelumnya. Kali ini, ia mengajak orang untuk & hidup kaya sekarang, melalui perumpamaan yang membuat pelajaran tersebut langsung dapat dikerjakan secara praktis.

Itulah sebabnya Milenial perlu belajar mengelola keuangan dan investasi dengan baik dan benar. Untuk bisa menghitung anda bisa gunakan aplikasi gratis seperti misalnya https://play.google.com/store/apps/details?id=com.moneesa untuk kelas dan event juga bisa dlihat diaplikasi atau ke situs https://bit.ly/Jadwal-IARFC .

Rahasia yang diajarkan Bach ini saya coba terjemahkan dalam pengertian dan kultur masyarakat Indonesia sebagai orang timur yang lebih mengedepankan etika sebelum mengambil keputusan untuk bertindak, apa sajakah itu? Kita akan bahas di artikel berikutnya.



Simak Video "Tips Mengelola Keuangan Ala Astrid Tiar"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com