ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 10 Sep 2019 06:11 WIB

Green Investment Demi Selamatkan Bumi (1)

Ghita Argasasmita - Integrita - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Sempat mendengar berita tragedi tumpahnya minyak di laut utara Jawa? Ya beberapa waktu lalu kita sempat dihebohkan oleh hingar bingar pemberitaan tentang menyebarnya tumpahan minyak dan gas PT Pertamina Hulu Energy Offshore Northwest Java (ONWJ).

Dampak kebocoran ini meluas sampai Bekasi, bahkan kepulauan seribu. Sungguh besar dampak yang pasti akan terjadi, misalnya terhambatnya perekonomian masyarakat sekitar, dan belum lagi flora dan fauna yang tercemar serta mati, dan akan berdampak pada ekosistem yang lebih luas.

Hal lain terkait lingkungan misalnya, sampah plastik yang sulit di daur ulang, bahkan hewan-hewan laut dikabarkan bebas memakan sampah plastik yang tersebar di samudra luas. Penggunaan plastik memang sulit dipisahkan dari industri, karena alasan nilai ekonomisnya yang sangat bisa menekan biaya produksi untuk kemasan.

Tahukah anda bahwa terganggunya kenyamanan hidup kita bisa jadi karena rusaknya lingkungan hidup? Udara yang jauh dari segar, menyesakkan dada, penuh polusi, sehingga tubuh rentan sakit dan menua. Protein laut yang seringkali konsumsi, kini semakin banyak mengandung mercury, akibat limbah industry maupun rumah tangga yang mencemari.

Kini mulai banyak anggota masyarakat yang mulai gerah, dan mulai banyak melakukan inisiasi untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Mulai dari mengurangi penggunaan bahan-bahan yang merusak lingkungan dalam penggunaan pribadi, seperti penggunaan plastik dalam konsumsi pribadi sampai dengan memilih hanya produk-produk yang diketahui berasal dari perusahaan yang terbukti memiliki upaya dalam praktek industri yang ramah lingkungan, seperti pengurangan penggunaan batu bara, penggunaan alternatif selain plastik untuk kemasannya, dan banyak lainnya.

Beberapa waktu yang lalu, ketika diketahui Estee Lauder memiliki isu dalam penggunaan minyak kelapa sawit yang tidak transparan sehingga diduga menjadi penyebab perluasan penggundulan hutan. Banyak pengguna yang mempertimbangkan untuk meneruskan pemakaian produk ini atau tidak, karena dukungan mereka terhadap praktik-praktik ramah lingkungan.

Semakin luasnya kesadaran untuk mengkonsumsi produk ramah lingkungan, sampai pada mempertimbangkan bahwa segala aspek kehidupan harus didukung dengan nilai ini, sampai pada Investasi. Inilah yang melatarbelakangi lahirnya produk-produk investasi berbasis keramahan lingkungan, atau luas dikenal sebagai produk 'Green investment'.

Apa Sih yang Dimaksud Green Investment?

Selain menginginkan masa depan yang cerah untuk diri kehidupan pribadi, ternyata dengan berinvestasi di Green Investment Fund, Anda juga bisa sekaligus berkontribusi untuk kelestarian lingkungan.

Investasi berbasis lingkungan ini sudah lama ada, ini sama halnya seperti seseorang yang menginginkan nilai kehalalan pada investasi sehingga memilih investasi berbasis syariah. Jika Anda memiliki value terhadap kelestarian lingkungan, Anda bisa memilih Green Fund Investment.


Investasi dalam kategori ini dapat Anda beli dalam bentuk obligasi, reksadana, ETF dan saham. Syarat utama apakah sebuah instrument investasi masuk dalam kategori 'Green' adalah perusahaan-perusahaan yang dipilih adalah perusahaan yang ramah lingkungan, contohnya menerapkan pengelolaan limbah, ikut serta dalam berbagai kegiatan pelestarian dan pemanfaatan hayati yang berkelanjutan.

Pembangunan ekonomi dan pengembangan bisnis seringkali bertentangan dengan kelestarian lingkungan, karena akibat dari aktifitas tersebut dapat juga berupa polusi udara, pencemaran air, lahan-lahan menjadi rusak, dan pemanasan global.

Lalu instrument apa saja sih yang bisa anda pilih, jika memang ingin turut aktif dalam mendorong kebaikan untuk lingkungan hidup dan bumi kita. Akan kita bahas di artikel berikutnya.

Oh iya sedikit spoiler nih, contoh salah satu Green Investment berupa reksa dana ada di aplikasi gaya hidup dan keuangan misalnya ini contohnya. Untuk kelas dan event juga bisa dlihat di aplikasi atau klik di sini.


Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel.

Simak Video "Tips Mengelola Keuangan Ala Astrid Tiar"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com