ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 13 Okt 2019 09:11 WIB

Jangan Cuma Nongkrong, Milenial Juga Harus Tahu Kondisi Keuangannya

Dimas Putut Marsanto - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Muhammad Ridho Ilustrasi/Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Bicara finansial maka mengelola keuangan sebenarnya tidak hanya milik milenial atau golongan yang lahir di periode tahun 1985-2000an. Secara umum pun tipikal orang di seluruh dunia memiliki kesamaan hal dalam mengatur keuangannya.

Namun karena belakangan ini istilah milenial begitu ramai pemberitaannya dengan segala hedon yang mengikutinya, maka tidak salah jika ikut dibahas dalam kaitannya bagaimana generasi tersebut mengelola keuangan mereka, apakah memang benar-benar tidak ada kepedulian sama sekali oleh mereka dalam mengatur keuangannya dan segala macam pertanyaan lain yang mengikuti.

Jika konsep mengatur keuangan pada hakikatnya adalah menjawab agar seseorang tidak berada dalam kondisi besar pasak daripada tiang dan syukur-syukur justru bisa bersisa lebih dari kepemilikan uang yang ada, maka sepertinya diperlukan kepedulian yang lebih untuk belajar lagi, untuk memahami lagi, untuk mendalami lagi dan hal-hal lain yang kemudian justru menjadi kajian yang 'membosankan' bagi milenial karena akan melulu bicara teknis pengelolaan.


Dengan karakter 'sok asik' yang melekat pada milenial bisa menjadi bumerang bagi kesehatan keuangannya. Contoh adalah milenial yang acapkali terperangkap dalam gaya hidup yang hobi nongkrong dan hang out bareng teman di tempat-tempat yang Instagramable. Sebenarnya tidak masalah dengan hal itu namun menjadi keliru ketika dilakukan dengan tujuan agar dicitrakan enggak kudet (kurang up to date) dan malah menguras isi tabungan.

Hal lain yang seringkali alpa dilakukan milenial seperti abai dalam memeriksa keuangan dirinya (financial check up). Ternyata aktivitas ini sangat penting untuk mengukur diri, "Oh ternyata pengeluaran gue selama ini segini". Cara mudah melakukan financial check up yaitu dengan mengakumulasikan total aset yang dimiliki dengan pos pengeluaran yang ada seperti utang, kebutuhan regular, hingga untuk gaya hidup.

Pasca pemeriksaan keuangan secara mandiri, ada lima hal yang harus diterapkan dalam pengelolaan keuangan. Kelima hal tersebut adalah arus kas, mengelola utang, menabung kemudian proteksi baru investasi. Pertama mengenai arus kas, sudah pasti Kita akan berbicara mengenai pendapatan kita. Apakah pendapatan lebih besar pasak dari pada tiang? Besar mana, pendapatan atau pengeluaran.

Jika pengeluaran lebih banyak dari pendapatan, maka balancing wajib dilakukan. Jika pendapatan di rasa sudah di atas rerata pendapatan lainnya atau bahkan lebih, maka gaya hidup kita perlu dicurigai. Jangan-jangan, karena hobi nongkrong dan hang out inilah pangkal masalahnya.

Jika dulu utang itu berbentuk kartu kredit dan diskon belanja, saat ini milenial dikelilingi oleh godaan teknologi fintech dalam peer to peer lending dan fitur pay later. Sebuah metodologi yang kurang lebih sama dengan kartu kredit alias bayar nanti. Sedangkan menabung adalah menyisihkan sebagian uang kita buat masa depan. Berbeda dengan simpanan yang sebatas menyimpan buat hari ini atau bulan ini saja. Perbedaanya adalah jika simpanan hanya jangka pendek, sementara menabung waktunya untuk jangka menengah dan panjang.


Tak sedikit milenial yang beranggapan kalau asuransi itu tidak penting. Padahal asuransi itu sangat penting untuk melindungi finansial kita dari risiko-risiko yang tidak terduga, misalnya saat Kita tidak memiliki asuransi dan tiba-tiba terkena penyakit dan mengharuskan diri untuk dirawat dan menjalani operasi, tentu tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan.

Terakhir jika bicara investasi bagi millennial, salah satu konsep yang sesuai dengan khas mereka sebenarnya sudah ada yakni menabung dalam instrument reksa dana. Dengan nominal mulai Rp 100.000, cukup likuid dan terbebas dari 'kebingungan memilih yang mana'. Artinya menabung versi ini kita tidak akan dipusingkan oleh hal-hal teknis khas para financial planner. Kaum muda millenial yang sudah aware akan tujuan jangka panjang dan ingin mewujudkan dalam bentuk investasi yang hasilnya di atas rata-rata angka inflasi bisa memulai nya dari sekarang.

Di era seperti sekarang, milenial kan suka sekali menggunakan telpon pintar dan aplikasi. Nah, bila ingin dipermudah mencatat keuangan dan mengelola keuangan anda bisa mulai mencatat dengan menggunakan aplikasi pencatatan Gratis, salah satunya yang kami rekomendasikan bisa diunduh di sini . Selain itu anda juga bisa mengikuti kelas dan workshop, infonya bisa anda dapatkan dari aplikasi tersebut atau anda bisa cek di sini.

Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel.

Simak Video "Golkar Ditantang Lakukan Perubahan Demi Gaet Milenial"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com